Minggu, 20 Juli 2014

HAPE JADUL DAN AL QUR'AN BARU

Oleh : Noer Ima Kaltsum
Aufi dan Lely ingat beberapa hari lagi Ibu ulang tahun. Selain bergembira pada hari jadi, Ibu pasti bergembira karena Aufi, Lely dan Ibu akan khatam Al Quran. Karena di rumah hanya memiliki satu buah Al Qur’an, maka mereka harus bergantian membaca. Sudah beberapa minggu yang lalu, Lely meminjam Al Qur’an dari sekolah.
Al Qur’an milik Ibu juga sudah lama, kelihatan usang. Lely ingin membelikan Ibu  sebuah Al Qur’an sebagai kado ulang tahun. Sebenarnya Lely memiliki tabungan yang jumlahnya tidak seberapa. Akan tetapi bila dipakai untuk membeli Al Qur’an, Lely tidak akan mempunyai uang lagi.
Ibu sebagai penjual makanan kecil dan Bapak bekerja sebagai tenaga serabutan. Penghasilan orang tua hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka memang hidup sederhana.
Kemarin, Lely dan Aufi masuk sebuah toko di depan pasar. Mereka melihat-lihat banyak Al Qur’an. Sepertinya Lely dan Aufi tertarik untuk membeli Syamil Quran. Pas buat kado ulang tahun, pikir mereka.
Pulang dari toko, Lely dan Aufi melewati sebuah konter hape/pulsa. Di sana ada spanduk yang menuliskan bahwa hape bisa dijadikan mesin uang. Lely kelas 7 SMP dan Aufi kelas 4 SD. Keluarga Lely mempunyai satu buah hape jadul. Hape yang bisa untuk menerima/mengirim SMS dan telpon saja.
Kebetulan Lely mengenal pemilik konter. Dia memberanikan diri bertanya pada Mas Ayik.
“Maksud dari mesing uang itu apa to, Mas?”
“Begini, hape bisa digunakan untuk menjual pulsa. Berarti hape-mu bisa menghasilkan uang.”
“Kalau hapenya jelek, bagaimana Mas?”
“Tidak masalah. Memang kamu mau berjualan pulsa? Uangnya mau kamu gunakan untuk apa?”tanya Mas Ayik.
“Begini lo Mas. Sebentar lagi Ibuku mau ulang tahun. Aku pingin memberi kado, tapi tidak punya uang cukup. Terus kalau jualan pulsa modalnya banyak ya?”
“Tidak juga. Caranya juga mudah.”
Mas Ayik rupanya kasihan pada Lely dan Aufi, yang semangat ingin membelikan Qur’an buat Ibu. Dengan senang hati Mas Ayik meminjami modal pulsa pada Lely. Syaratnya, Lely tiap pulang dari sekolah mampir ke konter dan menunggu pembeli pulsa.
Pada saat Lely berada di konter Mas Ayik, setiap ada pembeli pulsa, Lely harus mengisi lewat hape jadulnya. Konter Mas Ayik cukup ramai. Hanya enam hari saja Lely berada di konter Mas Ayik untuk berjualan pulsa. Dengan terbuka Mas Ayik mengatakan keuntungan yang diperoleh Lely.
“Lely, terima kasih kamu mau membantu Mas Ayik. Aku bangga kamu bisa memperoleh uang dari kerjamu sendiri. Semoga keuntungan yang kamu dapatkan, cukup untuk membeli Qur’an yang kamu idamkan.
Jangan lupa, jangan sia-siakan hape jadulmu itu. Hapemu biar jadul adalah mesin uang lo.”    
“Aku juga berterima kasih pada Mas Ayik.”
 Lely dan Aufi ke toko membeli Qur’an, sekaligus membungkusnya dengan kertas kado. Kado buat Ibu, semoga bermanfaat.
Setelah tiba saatnya Ibu ulang tahun, Lely dan Aufi menyerahkan kado buat Ibu disaksikan Bapak. Bapak dan Ibu tak kuasa meneteskan air mata haru.
“Kamu punya uang dari mana?”tanya Bapak.
“Dari hape jadul ini, Pak, Bu.”
Bapak memuji Lely yang cerdas. Memanfaatkan hapenya untuk menghasilkan uang lalu digunakan untuk membeli Quran. “Terima kasih Ya Allah.”doa Bapak. (SELESAI)