Rabu, 16 Juli 2014

Seniman Angklung, Ngamen Santun

SENIMAN ANGKLUNG, NGAMEN SANTUN
Oleh : Kahfi Noer
Tanggal 1 Mei 2014 yang lalu saya mudik ke Yogyakarta, karena Ibu sakit. Kebetulan saya mengikuti rombongan teman-teman kantor yang akan menjenguk Ibu saya. Dari Kab. Karanganyar, kendaraan yang kami tumpangi penuh sesak. Tapi saya bersyukur, karena jagoan saya Faiz 4 tahun tidak rewel dengan udara yang panas.
Setelah menjenguk Ibu, teman-teman saya melanjutkan perjalanan ke Pantai Depok, Kab. Bantul, DIY. Saya sendiri tetap tinggal di rumah sakit berkumpul dengan kakak, adik dan keponakan-keponakan saya.
Saya berkencan dengan teman-teman, bertemu di Malioboro pada jam tertentu. Sebelum ke Malioboro, saya bermaksud ke rumah Bapak dan Ibu dulu. Lalu saya dari rumah sakit putar-putar dulu menuju tempat-teman yang dulu pernah kami lewati bersama suami dan Faiz.
Sampai di perempatan Ngampilan, ada kelompok seniman Angklung di pinggir jalan dekat lampu Bangjo. Begitu lampu merah menyala, para seniman memainkan alat musiknya. Saya sangat terpesona. Suami saya menyuruh saya turun dari sepeda motor dan mengambil gambar. Salah satu dari seniman tersebut mengulurkan kartu nama.

Gambar 1. Memainkan musik Angklung (dokumen pribadi)


Gambar 2. Bermusik sambil mengahalau polusi (dokumen pribadi)

Setelah memasukkan uang ke wadah yang disediakan seniman angklung, kami melanjutkan perjalanan lagi. Ternyata di sebelah selatan, tepatnya di simpang empat Tamansari, di pinggir jalan dekat lampu bangjo ada kelompok seniman angklung yang lain. Kali ini seragamnya lebih menyala, MERAH. Tapi sayang, suami tidak memberi waktu pada saya untuk jepret gambar.
Belum sampai rumah orang tua saya, saya dikirimi pesan singkat oleh teman saya, saya sudah ditunggu di Malioboro. Akhirnya saya diantar suami ke Malioboro.
Bertemu teman-teman saya, setelah makan di lesehan yang harganya “ngepruk” kantong, saya berkesempatan membeli lumpia khas Semarang.


Gambar 3. Lumpia Khas Semarang (dokumen pribadi)

Habis muter-muter Malioboro, rombongan meninggalkan Yogyakarta tepat pukul 18.00 WIB. Alhamdulillah, sampai di rumah badan pegal-pegal semua. (SELESAI)