Jumat, 24 April 2015

Tiga Cara Mengambil Hati Mertua ( Bag 1 )


Gambar 1. Bersama Keluarga

Sejak saya belum menikah sampai sekarang, cerita tentang hubungan antara menantu dengan mertua tidak pernah ada habisnya. Dalam hal ini yang dibicarakan adalah menantu perempuan dan ibu mertua.
Ada teman yang menceritakan hubungannya dengan ibu mertua baik-baik saja. Akan tetapi ada juga yang menceritakan hubungannya dengan ibu mertua kurang harmonis. Saya tidak bisa memberi penilaian terhadap hubungan teman saya dengan ibu mertua yang kurang harmonis. Saya dan orang lain memiliki cara pandang, berpikir dan bertindak serta karakter yang berbeda.
Kebetulan hubungan saya dengan ibu mertua terjalin dengan baik, bahkan seperti ibu dan anak kandung. Hubungan saya dengan ibu mertua terjalin dalam waktu singkat hanya 10 tahun saja. Ibu mertua meninggal dunia pada tahun 2009.
Hubungan suami dengan orang tua saya juga baik karena saya dan suami memiliki seni mengambil hati ibu dan bapak. Dahulu bapak saya pernah berpesan kepada anak-anaknya yang akan menikah. Pesan bapak adalah bila kami sudah menikah maka kami harus memisahkan diri dari keluarga. Artinya bila sudah berkeluarga harus memiliki bendera sendiri. Bendera di sini artinya rumah. Memiliki rumah sendiri bisa memiliki arti benar-benar rumah milik sendiri atau mengontrak rumah.

Gambar 2.  Bersama Orangtua

Bapak tidak ingin keluarga baru anak-anaknya banyak dicampuri urusan rumah tangganya oleh orang tua/mertua. Bagaimanapun juga keluarga baru itu memiliki pemimpin sendiri. Pemimpin tetaplah pemimpin meskipun masih muda. Seorang pemimpin memiliki hak dan kewajiban memimpin keluarga barunya.
Bapak tidak ingin melihat hubungan antara anak-anak dengan mertuanya tidak harmonis. Dengan terpisah dari orang tua diharapkan dapat mengurangi gesekan-gesekan dengan orang tua/mertua.
Saya sangat bersyukur selama 2 tahun tinggal di rumah mertua (tahun ketiga pernikahan kami, kami sudah menempati rumah sendiri)  tidak ada gesekan-gesekan/masalah yang berarti. Ada 3 cara ampuh dalam mengambil hati mertua, yaitu:
1.      Menjadi pendengar yang baik ketika mertua berbicara/bercerita.
2.      Mampu menangkap keinginan mertua.
3.      Memberi tanpa diminta oleh mertua.
Karanganyar, 24 April 2015