Rabu, 04 November 2015

Kupu-kupu, Mitos dan Syirik

Gambar 1. Kupu-kupu, Mitos atau Syirik
Sumber : dok. Faiqah Nur Fajri
Sejak akhir tahun 80-an hingga 90-an, kakak saya yang sudah bekerja sering mengatakan kupu-kupu yang masuk ke dalam rumah pertanda akan datang rezeki. Sebetulnya itu hanya iseng-iseng saja. Tidak percaya-percaya amat.
Kalau kebetulan setelah ada kupu masuk kok terus ada rezeki yang tiba-tiba datang, itu bukan karena kupu-kupu. Semua itu sudah diatur oleh Allah. Biarpun beberapa kupu-kupu yang masuk rumah berlama-lama hinggap di dinding, kalau belum datang waktunya ya rezeki yang diharap-harap nggak bakalan datang.
Sekarang saya tinggal di rumah sendiri, jauh dari Yogya, jauh dari kota. Saya tinggal di tengah sawah. Ada pohon pisang dan pohon keras lainnya. Mau tidak mau saya harus melihat kupu-kupu setiap saat. Terutama kupu-kupu dari ulat yang makan daun pisang. Orang Jawa bilang “Enthung”.
Terserah apa kata orang! Ada kupu-kupu pembawa rezeki mau dikatakan mitos, atau tahayul, atau syirik terserah mereka-mereka saja. Tapi itulah kenyataannya. Rezeki adalah pemberian dari Allah bukan dari kupu-kupu.
Kalaupun ada kupu-kupu yang masuk rumah kemudian saya mendapatkan rezeki, percayalah bahwa rezeki tersebut bukan dari kupu-kupu. Sekali lagi rezeki itu dari Allah.
Sudah beberapa kali kejadian ini berlangsung. Kalau saya sih kerap percaya kalau kupu-kupu masuk rumah maka sebentar kemudian dapat rezeki. Tapi saya ada dasarnya lo. Karena saya kan bekerja dan saya mendapatkan honor.
Hanya saja kok kupu-kupu tahu tanggalnya ya? Atau kupu-kupu tersebut sudah membaca buku primbon, atau si kupu-kupu Cuma kira-kira saja. Ealah, kupu-kupu masuk rumah (biarpun tidak musim kemarau, tidak musim bunga) kok ya tanggal-tanggal tua. Jantung saya jadi berdesir lo bila ada kupu-kupu yang masuk dapur. Beberapa hari berikutnya dapat diduga, bakalan terima honor sebab kami terima honor di tanggal tua.
Kupu-kupu masuk rumah, saya sih menanggapi biasa saja. Gak percaya mitos apalagi tahayul. Tapi saya sering berharap ada sesuatu yang dapat saya terima. Rezeki kan tidak hanya uang, bisa berupa macam-macam.
Jadi jangan sinis bilang percaya kayak gitu namanya syirik! (SELESAI)
Karanganyar, 4 Nopember 2015