Jumat, 01 Januari 2016

Menunda Pekerjaan vs Melakukan Aksi

Gambar 1. Taman Wisata Sondokoro
Pekerjaan rumah, pekerjaan kantor atau apa saja yang seharusnya kita kerjakan segera dimulai saja pekerjaannya. Pekerjaan, entah itu ditunda atau dikerjakan sekarang, toh akhirnya kita juga yang akan melakukan. Kalau tidak sekarang, kapan lagi?
Menunda pekerjaan maksudnya menunda melakukan suatu pekerjaan. Ada saja alasan yang kita buat untuk menghindari pekerjaan. Biasanya kita akan mengatakan nanti saja atau sebentar lagi, untuk melakukan pekerjaan. Apabila kita tidak segera melakukan aksi, pekerjaan tersebut akan terasa berat bila sudah menumpuk menjadi lebih banyak lagi.
Mulai sekarang segera lakukan aksi bila ada pekerjaan yang menanti kita untuk menyentuhnya. Untuk ibu-ibu atau para gadis, mengawali pagi hari dengan beres-beres rumah, seperti menyapu, mengatur ruangan, dan membereskan kamar. Lalu dilanjutkan dengan pekerjaan di dapur, yaitu memasak air, menanak nasi, memasak sayur dan membuat lauk.
Apabila di rumah ada mesin cuci, biasanya melakukan pekerjaan dapur sambil mencuci pakaian. Lalu diakhiri dengan mengepel (tapi urutan ini mestinya fleksibel). Yang penting segera melakukan aksi untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang optimal.
Libur 1 Januari 2016 ini atau tahun baru, saya tidak melakukan perjalanan wisata. Saya dan suami sepakat untuk tinggal di rumah, mengingat bila bepergian pasti ketemu dengan MACET. Daripada bepergian kok lelah antri karena jalanan macet, lebih baik mengerjakan sesuatu di rumah.
Kebetulan di depan rumah (halaman rumah) ada gundukan tanah uruk (grasak) yang dikirim dari seorang kenalan. Ceritanya seorang teman sedang membangun rumah. Ada sisa material/sisa tembok yang digempur berupa bata dan adonan pasir yang sudah menjadi remah. Volumenya lumayan banyak. Halaman rumah yang luas tertutup tanah uruk tadi.
Mumpung hari libur, saya memulai memilih batu dan bata untuk saya kumpulkan di halaman yang tanahnya masih dalam. Target saya, halaman rumah tingginya minimal sama dengan jalan depan rumah. Saya dan suami melakukan pekerjaan ini dengan segera. Aksi inilah yang saya lakukan agar pekerjaan cepat selesai. Atau minimal volume pekerjaan menjadi berkurang.
Dari gundukan tersebut kami sudah bisa memotong untuk kami pindah tanahnya ke tempat yang masih rendah. Memang perlu kesabaran yang tinggi. Kebetulan hari ini di Karanganyar tidak hujan, malah panas matahari begitu menyengat. Keringat yang bercucuran tak menghalangi kami untuk terus bekerja. Syukurlah, karena awalnya ada niat untuk segera melakukan aksi atas suatu pekerjaan, maka dengan ringan kami mengerjakannya.
Meskipun gundukan tanah uruk belum rata di halaman rumah, tapi kami berhasil mengurangi beban kerja kami untuk hari esok. Aksi, itu sangat perlu. Bagi saya menyegerakan melakukan aksi atau tak menunda pekerjaan, berarti kita sudah bisa menerapkan menejemen waktu.
Menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya adalah menguntungkan. Sebaliknya menunda pekerjaan berarti menyia-nyiakan waktu. Menyia-nyiakan waktu menyeret kita pada suatu kerugian. Waktu tak dapat kembali,
Mulai sekarang kita bisa segera melakukan suatu aksi dan jangan menunda pekerjaan. Kita tak tahu  bila kita menunda pekerjaan, apakah nanti kita masih bisa melakukannya atau tidak. Semoga bermanfaat. 

Karanganyar, 1 Januari 2016