Selasa, 05 Januari 2016

REZEKI NGEBLOG DAN REZEKI TERBIT DI MEDIA

Gambar 1. Icon Gunung Kidul (tempat selfi laris)
Sumber: dok. Faiqah Nur Fajri
Bagi saya, tahun 2015 terasa sangat berbeda dari tahun sebelumnya. Setelah saya kembali menekuni dunia menulis, ada beberapa tulisan yang sempat menghiasi Koran/majalah. Akan tetapi untuk tahun 2015, tidak ada satu pun tulisan saya yang dimuat di Koran/majalah.
Minggu terakhir bulan Desember 2015, saya berharap naskah saya dimuat di salah satu dari dua Koran langganan. Ternyata tidak! Saya tetap menulis, karena menulis adalah pekerjaan saya selain mengajar. Saya menulis di blog, mengisi tulisan di www.soloensis.com dan di www.kompasiana.com/noerimakaltsum.
Meskipun tahun 2015, tulisan saya tidak ada yang tembus media tapi saya tetap semangat, sebab dua kali saya memenangkan lomba ngeblog yang saya ikuti. Hadiahnya alat ibadah dan 2 novel. Bagi saya, prestasi yang lain yang tetap saya banggakan adalah saya menjadi contributor beberapa buku (masih contributor).
Pada tahun 2015 pula, saya banyak mengenal teman/sahabat (sesama penulis) di dunia maya yang memotivasi saya dalam hal menulis. Pokoknya, tahun 2015 tidak ada yang sia-sia. Ternyata rezeki bukan hanya materi, rezeki itu maknanya luas sekali.
Minggu terakhir bulan Desember 2015, saya mendapatkan wangsit (ah, jangan berpikiran negative, ini bahasa gaul saya kalau di sekolah). Saya membuat cerita anak dengan tema tahun baru. Mumpung masih dekat/suasana tahun baru, moga-moga tulisan saya dimuat.
Selesai menulis yang hanya tiga halaman tak penuh, malam itu juga tanggal 29 Desember 2015, saya kirimkan naskah saya ke SOLOPOS. Bismillahirrohmannirrohim. Saya berharap, Mas Redaktur… tolong deh, lirik tulisan saya lalu dikedipi dan dimuat.
Hari Minggu, 3 Januari 2016 saya menyuruh Nok Faiq untuk membeli SOLOPOS. Begitu saya buka pada rubric Anak, judul cerpen itu….. Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah, sudah Kau kabulkan doa saya. Suami dan anak-anak saya tersenyum ikut senang.
Pagi itu saking bahagianya, saya langsung nulis status. Pecah telur! Terharu saya, karena perhatian teman-teman penulis (IIDN Solo) kok luar biasa (padahal tulisannya hanya biasa). Ternyata memang kami, anggota IIDN Solo saling memotivasi dan memberi dukungan satu sama lain.
Malah ada seorang teman yang saya kenal di dunia maya (domisili Jawa Timur), sekarang sedang melaksanakan Praktek Lapangan di Thailand, juga memberikan motivasi. Rasanya gimana gitu (sedikit berlebihan).
Saya tak pernah menyerah, seperti awal menulis tahun 1989 (kelas 2 SMA), tetap menulis meskipun hanya satu dua yang dimuat. Saya tak akan menyerah dan saya tetap menulis karena saya penulis. Kalaupun saya tidak menulis di media paling tidak saya penulis RPP dan power point yang akan saya gunakan untuk pembelajaran. Ya, minimal menulis di blog untuk berbagi dan menulis status yang bermanfaat.

Karanganyar yang dingin setelah hujan deras disertai petir dan kilat, 5 Januari 2016