Senin, 04 April 2016

Happy Writing, Andrias Harefa (Ringkasan Buku)


RINGKASAN BUKU
Judul Buku                  :  Happy Writing
Penulis                         :  Andrias Harefa
Penerbit                       :  PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan                       :  2010
Tebal                           :  285 hal + xxvii
ISBN                           :  978-979-22-6324-4
Pendahuluan
Sebelum saya menuliskan ringkasan Buku Happy Writing ini, terlebih dahulu saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Saudara/Bapak Dani Kaizen Ardiyanto yang telah memberikan hadiah buku ini untuk saya. Saya tidak pernah menduga sama sekali akan mendapatkan buku motivasi tentang menulis dari penulis yang sudah banyak menghasilkan karya yang luar biasa.
Persahabatan saya dengan Saudara/Bapak Dani Kaizen Ardiyanto berawal dari dunia maya facebook dan sampai sekarang kami belum pernah bertemu secara langsung. Saya masih ingat beberapa waktu yang lalu Bapak Ngainun Naim, sahabat saya di facebook dan blog keroyokan kompasiana, membagikan kenangan di facebook berupa resensi buku yang saya terbitkan secara indie. Buku Menjadi Kaya Dengan Menulis, buku sederhana yang saya tulis, saya berikan kepada Bapak Ngainun Naim. Ternyata beliau berkenan meresensi buku saya tersebut, setahun yang lalu. Bagi saya ini merupakan suatu kehormatan. Di facebook, saya ditandai oleh Bapak Ngainun Naim.
Dari sinilah Saudara/Bapak Dani Kaizen Ardiyanto menanyakan kepada saya maupun Bapak Ngainun Naim, apakah beliau bisa mendapatkan Buku Menjadi Kaya Dengan Menulis? Secara pribadi saya menyampaikan pesan melalui inbox. Saya akan memberikan Buku Menjadi Kaya Dengan Menulis kepada beliau. Setelah itu saya juga diberi buku motivasi Happy Writing karya Andrias Harefa.
Sungguh, bagi saya semua ini rezeki yang tidak pernah saya duga. Ternyata Allah memberikan kemudahan bagi saya untuk mendapatkan buku-buku yang bermanfaat untuk menambah pengetahuan. Dengan buku-buku motivasi tentang menulis yang sudah saya baca, membuat saya sadar bahwa ilmu yang saya miliki sekarang ini masih sedikit.
Buku Happy Writing karya Andrias Harefa ini menurut saya buku motivasi dengan bahasa ringan dan mudah dicerna. Buku ini sebagian berisi interaksi antara penulis dengan facebooker tentang banyak hal. Status-status ringan tentang kepenulisan kemudian mendapatkan komentar dari teman-teman facebook. Membuat buku (menulis) berdasarkan status facebook rasanya menjadi lebih mudah. Menurut saya, apa yang sudah saya baca dari buku ini memotivasi bagi pembacanya untuk tidak menyerah dalam hal menulis. Ada kiat-kiat khusus agar pembaca bisa segera menulis dan menerbitkan buku.  Semoga ringkasan buku Happy Writing ini bermanfaat, amin.
BAGIAN 1
Menulis itu pekerjaan tangan
Untuk bisa menulis, tidak diperlukan bakat khusus. Yang diperlukan dalam menulis adalah tangan yang mengetik, mewujudkan gerakan gagasan menjadi sesuatu yang terbaca. Bagi sebagian orang menulis itu pekerjaan tangan bukan pekerjaan pikiran. Menulis tidak memerlukan kecerdasan ekstra. Pada tahap awal, menulis dapat dilakukan dari mana saja. Langsung saja duduk dan tulis apa yang ada dalam pikiran.
Kepepet itu penting
Berdasarkan hasil pengamatan dari beberapa wartawan, mereka bekerja membuat artikel berdasarkan deadline. Seorang wartawan, entah ia cerdas atau tidak nyatanya ia bisa menulis artikel/berita setiap hari. demikian juga mahasiswa, entah ia cerdas atau tidak cerdas, nyatanya bisa menulis skripsi dengan sukses tanpa menjiplak. Mereka bisa menyelesaikan tulisan itu bukan karena kecerdasannya, melainkan kepepet. Kepepet menulis itu penting juga.
Zona nekat
Keberanian dan pertimbangan merupakan dua factor yang memengaruhi orang dalam bertindak, melakukan suatu pekerjaan, termasuk menulis artikel atau buku. Mulailah menulis dari zona nekat. Dalam zona ini keberanian tinggi, namun pertimbangan kurang. Hasilnya prokduktivitas tinggi dengan kemungkinan salah di sana-sini. Yang penting produktivitas dulu baru bicara kualitas. Kalau kualitas tulisan terlalu dipersoalkan sementara produktivitas menulis masih sangat kurang, orang sulit untuk maju dan berkembang.
Orang pintar
Orang pintar banyak yang takut salah kalau mau menulis. Dan rasa takut salah itu begitu kuat, sehingga membuat tangannya tidak bisa bergerak untuk menulis. Banyak orang pintar yang tidak punya karya tulis.
Walau ia sendiri takut salah dan karenanya punya seribu satu alasan untuk tidak menulis, sejumlah orang pintar pandai mencari kesalahan tulisan orang lain. Untuk belajar menulis, pertama-tama berhenti menjadi orang pintar. Dalam belajar menulis, tentu saja ada kesalahan yang diperbuat, dengan demikian kita akan memperbaiki kesalahan tersebut dan tetap membiasakan diri menulis.
BERSAMBUNG