Minggu, 10 April 2016

Tandon Air, Solusi Tepat Warga Perumahan

Bulan April ini, hujan deras masih kerap terjadi. Namun demikian, udara tetap panas. Siang dan malam, diperlukan kipas angin. Tanpa kipas angin, keringat akan mengucur deras. Persediaan air sumur dan PAM masih melimpah. Tak ada kesulitan yang berarti akan kebutuhan air.
Sebentar lagi musim kemarau tiba. Saatnya kita berbenah dan menyiapkan wadah besar untuk menabung air. Hal ini sangat penting terutama bagi warga perumahan yang mengandalkan PAM sebagai sumber mata air (maklum, orang perumahan jarang yang memiliki sumur karena lahannya terbatas).
Saya merupakan salah satu contoh yang mengandalkan PAM karena tidak memiliki sumur di rumah. Sebenarnya lahan yang kami miliki luas, tapi membuat sumur di daerah kami gampang-gampang susah. Untuk membuat sumur, hambatan yang sering terjadi adalah: 1) mata airnya terlalu dalam (sumure jero), 2) selama penggalian sering terbentur oleh batuan besar (banyak batu besar yang harus dipecah sedikit-demi sedikit selama penggalian), 3) kualitas air (kebetulan kami menempati lahan persawahan, airnya keruh dan berbau)
Sebenarnya semua bisa diatasi, tapi membutuhkan biaya cukup besar. Daripada mengeluarkan biaya cukup besar dengan resiko yang berat, maka diputuskan memenuhi kebutuhan akan air dengan menggunakan air PAM.
Sekitar 15-10 tahun yang lalu, air PAM lancar. Kebetulan warga perumahan belum begitu banyak. Selama 5 tahun terakhir, air PAM membuat kesehatan menurun karena sering emosi. Debit air berkurang, sering terjadi pada pagi hari air mati (karena pengguna banyak sekali).
Di rumah, saya memasang tandon air untuk menampung air pada malam hari. Tandon air ukurannya 250 liter. 10-15 tahun yang lalu, ketika debit airnya besar, antara jam 1-2 siang dan malam hari, air bisa mengalir naik dan masuk tandon. Akan tetapi sekarang tidak lagi. Air mengalir dan bisa naik masuk tandon hanya pada malam hari (jam 10-3 pagi).
Kalau hanya memiliki satu buah tandon, untuk keperluan rumah tangga saja tidak cukup. Untuk memasak, mencuci dan mandi diperlukan air yang banyak. Maka saya berusaha untuk memiliki 2 buah tandon air. Dengan memiliki 2 tandon air, rasanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa merasa emosi tingkat tinggi, terutama bila ada tamu yang menginap.
Kalau tak memiliki tandon air, memang repot sekali karena persediaan air sangat terbatas. Apabila tidak memiliki tandon air khusus, kita juga bisa menggunakan gentong plastik untuk cadangan air, ember besar, atau memiliki kolam besar sebagai bak penampungan air.
Semua kembali pada diri kita masing-masing. Bagi saya air adalah salah satu kebutuhan hidup yang tak bisa diganti. Tanpa air semua aktifitas di seputar dapur dan kamar mandi berhenti. Dahulu pernah terjadi air PAM mati selama hampir 24 jam (padahal tak punya sumur) dan listrik mati. Aktifitas di dalam rumah benar-benar berhenti. (SELESAI)
Karanganyar, 10 April 2016