Selasa, 17 Mei 2016

Razia Tas

Jalan lurus
dok. Faiqah Nur Fajri

Sepulang dari presentasi, saya dikejutkan dengan deretan hape yang tertata rapi di meja kantor guru. Kata teman saya hape tersebut hasil dari razia. Selain hape tentu saja ada benda lain yang lazim dibawa cah lanang. Oh ya, razia ini atas inisiatif pimpinan sekolah.

Terima kasih, Pak. Dulu saya dilarang merazia tas anak-anak kalau belum minta izin anak-anak. Tapi sekarang tak berlaku lagi. Mengapa demikian? Sudah seharusnya pihak sekolah merazia tas anak-anak. Tentu semua untuk kebaikan.

Giliran membuka-buka hape, saya tidak mau. Biarlah guru yang lain saja. Saya bertugas memberikan ke anak-anak yang hapenya jadul dan tak bermasalah. Yang bermasalah saya persilakan jangan melibatkan saya.

Bagi saya, razia ini adalah positif. Melakukan razia lebih baik lagi kalau berkala, tapi jangan jatuh pada hari yang sama. Harinya yang acak saja, biar ada rasa wowwww. Atau, tiap guru yang mengajar berhak melakukan razia agar mudah terkontrol.

Buat anak-anak, saya tidak tahu-menahu lo. Saya tahunya ada hape banyak di ruang guru. Titik, ndak pakai koma. soalnya kalau koma harus masuk rumah sakit.