Kamis, 16 Juni 2016

Lebih Produktif Menulis Saat Bulan Ramadan

Komunitas Nulis Yang Ngompori
dok.pri
Dahulu ketika masih menjadi mahasiswa bila Bulan Ramadan tiba, aktivitas saya di masjid sangat padat. Sebagai remaja masjid, wajar bila ingin memakmurkan masjid. Tidak hanya saat Ramadan, tetapi di bulan lain juga demikian.

Beruntung, saya bisa membagi waktu. Kegiatan di masjid dengan kuliah bisa seiring sejalan. Memang kegiatan di masjid selama Ramadan banyak dan bisa menambah nilai pahala. Pada saat Ramadan, remaja masjid berlomba-lomba untuk memakmurkan masjid.

Sangat disayangkan, saya tidak pernah mendokumentasikan kegiatan bulan Ramadan dalam buku harian. Semua berjalan begitu saja. Sebenarnya bila semua kegiatan dituliskan, tentu sangat bermanfaat.

Ya, yang lalu biarlah berlalu. Sekarang saya mulai tertib diri merekam semua kegiatan di buku harian (berupa file). Oleh karena sekarang sudah memiliki 2 anak yang perlu pengawasan, saya fokus untuk ibadah dan mengawasi anak-anak.

Bila kegiatan sehari-hari sebagai perempuan yang harus “serba bisa” sudah selesai, saya kembali menekuni menulis. Pada bulan Ramadan ini saya tetap harus bisa menghasilkan tulisan. Saya berusaha untuk membuat tulisan yang lebih baik dari sebelumnya.

Dengan cara mengikuti lomba penulisan (giveaway), saya berharap tulisan saya semakin berbobot dan berkualitas. Yang berbobot ternyata bukan hanya yang gemuk-gemuk lo. Hehe…

Tantangan yang harus saya taklukkan adalah bila persyaratan dalam lomba penulisan tersebut banyak dan bikin saya patah semangat. Contoh kalau syarat lomba harus dengan follow, like, (akun atau fanpage), awalnya saya akan bilang lahhh syaratnya uakih men. Tapi saya tetap harus mencoba. Gara-gara mau menaklukkan syarat yang seabrek, Alhamdulillah saya bisa mendapatkan uang dan barang karena memenangkan giveaway. Ternyata usahakeras saya bisa menghasilkan uang. (ya… edisi matrenya muncul).

Selama Ramadan ini, saya berkomitmen akan menyirami blog dan membersihkan rumput dan lumut. Agar blog saya juga enak dipandang, terus ada tamu yang berkunjung ke blog saya. Hanya, blog saya masih mendompleng. Saya belum punya rumah pribadi. Akan tetapi tamu-tamu saya juga sudah pada tahu alamat rumah kontrakan saya ini.


Semoga saya bisa konsisten dengan satu hari satu artikel. Lebih bersyukur lagi kalau bisa nulis satu hari 2 artikel selama Ramadan. Tetap semangat, tetap produktif, Ramadan tidak bisa dijadikan alasan untuk bermalas-malasan.