Jumat, 01 Juli 2016

Hujan di Yogyakarta Hari Pertama Mudikku #1



 
Yogyakarta, Ndhog Abangdok.pri  
Hujan di Yogyakarta Hari Pertama Mudikku #1
Alhamdulillah, saya berangkat ke Yogyakarta ketika hari masih pagi. Di sekitar Sukoharjo perbatasan Karanganyar, terlihat kabut tebal. Memang jarak pandang masih normal. Tapi dinginnya, padahal sudah jam tujuh pagi.

Semakin menjauh dari Karanganyar matahari mulai tampak, kehangatan terasa. Sepanjang jalan Kra-Skh-Klaten tidak ramai, volume kendaraan belum padat.  Suami memilih melewati desa-desa. Tahu kalau isterinya suka dengan alam yang hijau, jadi yang ditunjukkan adalah kebun jagung, padi, terong, mentimun dan lombok.

Memasuki Klaten kota, jalanan mulai ramai. Sesampai  di sekitar bandara Adi Sucipto jalanan semakin ramai. Bahkan dari arah barat macet. Kalau dari arah timur masih lancar.
Sampai rumah orang tua dalam keadaan selamat dan sehat. Aktivitas saya belum begitu banyak. Saudara-saudara saya belum berkumpul. Saya menyempatkan diri ke swalayan untuk membeli kebutuhan dapur. Sepulang dari swalayan, hujan turun dengan deras.

Sebenarnya sore ini saya ingin bertemu sahabat dumay yang tinggal di Bugisan. Semoga hujan segera reda, dan saya bisa bertemu dengan mbak Agustina Purwantini. Sudah lama saya berencana bertemu dengan sahabat IIDN Yogya ini. Pas saya berada di Yogya, ada saja kendalanya.

Wah, hujan semakin deras. Padahal saya masih memiliki tugas untuk mencari/memesan kudapan yang akan digunakan bukber besok. Tetapi hujan adalah berkah dan anugerah. Apapun kondisinya kita tidak boleh berkeluh kesah.
Selamat menikmati hujan di hari pertama mudik.