Senin, 25 Juli 2016

Ketika Mendengar Berita Tidak Benar #25

Di tempat ini aku memandang
dok.Faiqah Nur Fajri
Ketika Mendengar Berita Tidak Benar #25
Maharani adalah seorang guru di sekolah swasta. Sambil menunggu jam mengajar, dia bersama teman guru lainnya berbincang-bincang ringan. Oleh karena hubungan Maharani dan temannya akrab, mereka tak sungkan menceritakan hal-hal yang mungkin “rawan” gesekan.
“Bu Rani, kemarin aku bertemu iparku yang rumahnya dekat rumah mertuamu itu. Dia bilang kalau isterinya mas Mahendra meninggal dunia. Aku bertanya lagi memperjelas beritanya. Maharani isterinya mas Mahendra? Kata iparku betul beritanya begitu.
Kata iparku, tetangga di sekitar kampung menanyakan kebenaran berita itu. Sampai-sampai mereka mendatangi rumah adiknya mas Mahendra. Rumah adiknya mas Mahendra tutup. Sepertinya mereka semakin yakin dengan berita itu.
Lalu aku bilang, ah berita itu tidak benar. Alhamdulillah, Bu Maharani sehat wal afiat. Dia masih mengajar. Jadi panjenengan dikabarkan meninggal dunia.”
“Oh, ya? Alhamdulillah, sampai hari ini saya sehat wal afiat. Semoga Allah memberi umur yang panjang buat saya dan keluarga saya.”
Maharani ingin segera pulang. Tak sabar dia mau menceritakan cerita ini kepada suaminya. Sampai di rumah, Maharani bercerita tentang pembicaraannya dengan teman akrabnya tersebut. Sang suami tersenyum membenarkan.
“Mi, pada saat lebaran hari kedua, aku ditelepon oleh temanku yang rumahnya satu kampung dengan rumah almarhum ibu dan bapak. Waktu itu kita masih mudik. Temanku berbasa-basi menanyakan keadaan keluarga kita. Saya jawab baik dan sehat-sehat saja. Bagaimana dengan isterimu, apakah dia sakit, tanya temanku. Aku jawab dia sehat.
Setelah itu dia bercerita. Di kampung ada berita kalau isteri dari orang yang namanya adalah namaku meninggal dunia. Berita itu menyebar ke mana-mana. Karena berita tersebut tidak meyakinkan, maka ada yang berusaha mendatangi rumah adikku. Adikku dan keluarga kecilnya kan juga mudik. Sepertinya memperkuat berita yang entah dihembuskan dari mana.
Barulah temanku meneleponku. Jadi memang beritanya seperti itu. Semoga berita tidak benar ini membuat kita semakin bersyukur. Kita diberi umur panjang, sehat dan tetap bisa menjalankan ibadah.”
Maharani tersenyum, semoga Allah benar-benar memberi umur panjang buat saya. Semoga Allah menitipkan nikmat sehat, nikmat iman dan Islam. Maharani tak pernah merasa tersinggung dengan berita tak benar tersebut. Ya, mungkin saja ada orang yang namanya sama dengan nama suaminya. Di dunia ini semua kemungkinan bisa saja terjadi.

Karanganyar, 25 Juli 2016