Selasa, 12 Juli 2016

Menyiapkan Si Kecil Dari TK Masuk Pondok Pesantren #12

Di Museum Dirgantara Yogyakarta
dok.pri
Menyiapkan Si Kecil Dari TK Masuk Pondok Pesantren #12
Setiap menjelang tidur malam, Faiz selalu ingin saya membacakan surat-surat pendek. Ternyata dia bisa membaca surat-surat pendek dari Juz 30 (walau kadang saya harus membenarkan sedikit). Katanya, tiap pagi di TK diperdengarkan bacaan surat-surat pendek. Lalu setiap anak diminta untuk setor hapalan. Saya sendiri malah tidak tahu sebab tidak ada buku penghubung dari sekolah.
Ketika Faiz membaca surat Attin dan Adh-dhuha, saya terharu, meleleh air mata saya. Masya Allah, diam-diam anak saya yang cuek dan tak fokus ini menyimpan potensi. Memang dari segi baca tulis huruf Latin dia tak begitu menonjol.
Setelah tahu kemampuan Faiz, saya mempersiapkan Faiz masuk pondok pesantren saja. Sayang bila potensinya tak mendapat dukungan. Bagaimanapun, saya menganggap hal ini anugerah luar biasa yang diberikan Allah pada Faiz.
Apakah Faiz menonjol di bidang lainnya? Ketika saya membuka buku-buku tugas ketika di TK B, ternyata gambarnya juga bagus. Ah, mengapa saya tak pernah memperhatikannya? Sebenarnya saya menaruh perhatian padanya. Hanya saja kalau sudah di rumah Faiz tidak mau saya mengulang kembali apa yang sudah diberikan di sekolah. Baginya, belajar itu di sekolah. Kalau di rumah untuk bermain mobil-mobilan, mengurus ayam-ayamnya, bersepeda dan kegiatan menyenangkan lainnya. Kalau waktunya diajak ke masjid, dia langsung okey.
Bersama teman-teman
dok.pri
Saat ini waktunya menyimpan seragam TK. Sekarang sudah mulai memakai baju koko dan peci sepanjang hari. Faiz sudah tahu sejak awal kalau dia menjadi santri di pondok pesantren. Saya sudah mengenal pengajaran di pondok tersebut maka saya memberanikan diri memasukkan Faiz menjadi santri.
Di pondok ini, Faiz belajar hanya lima hari saja, dari Senin-Jumat. Hari Senin-Kamis masuk pukul 07.00-15.00 WIB dan hari Jumat pukul 07.00-13.00 WIB. Wah pasti lelah ya? Ah, tidak juga sebab setelah shalat Dhuhur para santri diminta tidur siang (makan siang juga disediakan di pondok). Setelah tidur siang ada pelajaran hapalan doa. Baru nanti setelah Ashar santri pulang ke rumah masing-masing. Khusus Sabtu dan Ahad libur.
Saya sudah menyiapkan segalanya buat anak lanang yang berbeda dari kakak perempuannya. Karena ada perbedaan antara Faiz dan Faiq, maka saya harus memperlakukan mereka tidak sama. Hal ini saya lakukan semata-mata untuk kemajuan potensi masing-masing. Tak ada orang tua yang memperlakukan anak-anaknya dengan tidak adil. Adil tidak berarti sama rata, sama perlakuan dan sama persis.
Semoga Faiz diberi kemudahan dalam nyantri di pondok pesantren.
Karanganyar, 12 Juli 2016