Rabu, 31 Agustus 2016

Hujan di Hari Terakhir Bulan Agustus

dok.pri
Hujan di Hari Terakhir Bulan Agustus
Bagaimanapun hujan merupakan anugerah. Suka maupun tak suka, hujan tetap turun meskipun awalnya panas terik. Bahkan udara semalam yang cukup panas mampu membuat keringat terus mengucur, hujan tak peduli. Dan saya juga mensyukuri. Mengapa demikian? Sebab ladang belakang rumah memerlukan air untuk pengairan.
Pagi tadi, udara cukup panas. Siang, sinar matahari cukup terik. Alhamdulillah, saya tidak lemas atau pusing hanya karena udara panas. Sebelum pulang sekolah, ada penawaran makan siang di rumah makan dekat sekolah. Sebenarnya saya sangat berminat. Tapi tiba-tiba angin berhembus dengan kencang.
Mendadak langit gelap. Saya memutuskan untuk langsung pulang karena tak membawa jas hujan. Apalagi saya memiliki tugas menjemput Nok Faiq dan Thole. Bagi saya apalah arti makan siang gratis dibandingkan keutamaan saya sebagai Ibu untuk menjemput anak-anak.
Saya berpamitan untuk segera pulang. Sampai di rumah hujan. Bres! Tak terlalu hujan turun, tapi cukup  membasahi ladang. Agenda berikutnya adalah menjemput Dhenok dan Thole.
Gerimis kembali datang, lumayan untuk menghilangkan panas. Hujan di hari terakhir bulan Agustus ini memang tak biasa. Tak biasa karena biasanya tak ada hujan di bulan Agustus. Tak ada hujan di malam tirakatan 17 Agustus. Tak ada hujan hingga akhir bulan.
Semoga mulai besok, September benar-benar ceria. Tapi kalau masih ada hujan, ya tak apa. Semoga hujan membawa kebaikan dan berkah.

Karanganyar, 31 Agustus 2016