Sabtu, 20 Agustus 2016

Rokok Linting Dhewe Dampak Kenaikan Harga


Rokok Linting Dhewe Dampak Kenaikan Harga
Mengapa saya tiba-tiba mau menulis tentang rokok? Ya, hanya pingin nulis saja. Yang lagi hangat beritanya adalah wacana kenaikan harga rokok yang cukup fantastis. Dengan kenaikan harga rokok ini, ada pihak tertentu yang bertepuk tangan tapi di sisi lain ada yang mbesengut. Saya tak perlu menyebutkan pihak-pihak yang saling bertolak belakang (tepuk tangan vs mbesengut).
Kalau ditanya bagaimana tanggapan saya tentang kenaikan harga rokok tadi? Jawaban saya sederhana saja: biasa! Orang yang dekat dengan saya yang mengkonsumsi rokok adalah saudara (kandung dan ipar). Suami saya sendiri bukan perokok. Seumur-umur hidup saya mengenal suami sejak tahun 1995, baru sekali saya melihat suami merokok (tahun 1995, baru kenal beberapa hari, waktu itu belum jadi suami).
Waktu itu, merokok hanya untuk gaya-gayaan saja. Biar tidak terasa kaku suasananya. Dan mungkin untuk menghilangkan rasa grogi saja. Waktu itu dia bilang suka saya. Ceileeee. Saya yang memang ceplas-ceplos bilang, “kamu gak pantas pegang rokok. Orasah nggaya. Ngomong wae apa. Nek ditolak yo wis.” Dan waktu itu saya menolak. Huwaaa.
Kembali ke masalah kenaikan harga rokok. Mungkin bagi perokok, kenaikan harga rokok sangat berpengaruh dalam kehidupannya. Apalagi bagi perokok berat. Walah-walah, bisa thekor hidup ini. Saya kurang tahu alasan mereka, para perokok yang sulit menghentikan kebiasaannya.
Tapi sudahlah, tak apa. kalau harga rokok naik, bisa juga kok disiasati dengan membuat rokok sendiri. Tinggal membeli tembakau dan cengkeh serta kertas. Untuk alat pembuat rokok bisa dibuat sendiri. Kalau kertas rokok tak ada bisa diganti klobot kulit jagung.
Rokok bagi sebagian orang merupakan sumber inspirasi. Setiap kepulan asap hasil hisapan, mengeluarkan ide-ide cemerlang. Hahaaa, ini buat pujangga dan penulis. Tapi tidak setiap pujangga dan penulis begini lo (maksudnya tidak semua pujangga dan penulis adalah perokok).
Ya, kenaikan harga rokok ini perlu dihadapi dengan hati yang tabah. Kalau mau hemat, salah satu solusinya adalah rokok tingwe (rokok nglinting dewe). Tapi kalau mau berhenti merokok, itu juga bagus sekali. (Halo kakak tertua…..).

Karanganyar, 20 Agustus 2016