Senin, 19 September 2016

AH TENANE : Aksi Hanoman Oleh Noer Ima Kaltsum

Dimuat di SOLOPOS Selasa, 13 September 2016
dok.pri

AH TENANE
Aksi Hanoman
Oleh : Noer Ima Kaltsum, S.Pd.
Belum lama ini, Koplo, Gembus dan kawan-kawan mementaskan sendratari singkat Rama-Sinta. Pentas diadakan di Jl. Lawu, Jaten untuk menyambut datangnya Estafet Tunas Kelapa dari Solo.
Di hadapan tamu undangan yang menunggu ETK, Koplo dan sohib-sohib beraksi, pertunjukan dimulai. Ada tiga kera, Hanoman, kera merah dan kera kuning. Saat itu waktu masih pagi. Karpet digelar di pinggir jalan. Pertunjukan sukses. Penonton dan tamu undangan bertepuk tangan.
Setelah ETK tiba di Jaten, ternyata Bapak Camat setempat meminta Koplo dan kawan-kawan pentas lagi. Koplo dan kawan-kawan beraksi lagi. Kali ini lebih semangat, bahkan permainan 3 kera termasuk Hanoman sangat aktif. 3 kera melompat ke sana-kemari.
Setelah pertunjukan selesai, akhirnya Koplo dan kawan-kawan meninggalkan panggung dadakan. Mereka kemudian maksi di warung makan.
“Kenapa kakinya pincang pak Koplo?”Tanya Cempluk
“Iya nih Bu Cempluk, tiga kera tadi kakinya lecet-lecet.”
“Pertunjukan yang sukses, bukan?”
“Jelas, donggg,”kata Gembus.
“Kita 2 kali main. Pertunjukan kedua lebih atraktif dibanding pertunjukan pertama.”
“Kenapa?”Tanya Cempluk penasaran.
“Pertunjukan pertama masih pagi, aspal belum panas. Nah pertunjukan yang kedua, udara panas, aspal panas, padahal karpetnya sempit. Kami tak memakai alas kaki. Nah, biar nggak kepanasan kakinya, kami lompat-lompat dengan sigap. Itu bukan atraktif/menghayati peran, tapi karena kepanasan. Hasilnya, kaki lecet-lecet.”

Oh, kirain atraktif dan menghayati peran, padahal menahan panas. Kasihan Koplo dan kawan-kawan. *******

Ini naskah aslinya!