Jumat, 02 September 2016

Bingkisan Terindah di Usia Yang Tak Muda Lagi

Plus 17 tahun
dok.pri
Bingkisan Terindah Di Usia Yang Tak Muda Lagi
Kalau Thole pagi hari tertib berangkat ke sekolah, saya juga bisa lebih awal berangkat ke sekolah. Jadi ada korelasi antara keberangkatan Thole dengan ketepatan waktu dalam artian lebih awal sampai sekolah saya. Oleh sebab itu, kalau saya sampai di sekolah tepat waktu (jam tujuh kurang lima menit) itu karena alasan Thole. Masa iya sih kalau anaknya masih rewel kejer mau ditinggal. Sebagai Ibu, saya tak tega.
Masuk gerbang sekolah, saya menaruh sepeda. Saya menyambut sahabat saya yang hari ini ulang tahun. Saya ucapkan selamat sambil menjabat tangannya dan berpelukan.
“Selamat ulang tahun, mbakyu,”kataku
“Sama-sama. Jangan lupa sarapan pagi bareng lo.”
Ahai, saya dan sahabat saya, hari ini berulang tahun. Tak banyak yang saya harapkan, semoga Allah mengizinkan saya untuk lebih bisa memberikan manfaat untuk orang lain.
Seperti biasanya, saya dan sahabat menyediakan sarapan bersama-sama. Biayanya kami tanggung bersama-sama. Sudah berapa lama merayakan ultah bareng ini? Seingat saya sejak tahun 1999, ketika saya pertama kali masuk/mengajar di SMK ini. Memang tidak setiap tahun kami rayakan. Tapi beberapa tahun terakhir, Alhamdulillah kami bisa menyediakan sarapan buat sahabat guru.
Ucapan selamat ulang tahun datang dari saudara-saudara kandung, sahabat guru dan murid-murid saya, sahabat IIDN Solo yang selalu memberi semangat kepada saya, dari sahabat-sahabat blogger, dari sahabat SMA, SMP, sahabat FB dan masih banyak lagi sahabat-sahabat saya yang tak bisa saya sebutkan satu per satu. Terima kasih kakak dan adikku, sahabat-sahabat.
Special buat Nok Faiq dan dik Faiz serta Ayah yang senantiasa bersama-sama. Semoga doa Ayah dan anak-anak dikabulkan Allah. Terima kasih untuk kado ultah berupa perbaikan mesin jahit.
Di usia yang tak muda lagi ini, yaitu plus tujuh belas tahun semoga Allah menitipkan kemudahan bagi saya untuk menjadi penulis yang bisa menyebarkan manfaat untuk orang lain. Tahun ini adalah tahun yang sarat dengan nikmat. Nikmat waktu, sehat dan rezeki. Rezeki dari ngeblog, sungguh membuat saya bertambah semangat untuk menulis.
Saya belum bisa menulis seperti teman-teman yang prestasinya berkembang pesat. Saya belum bisa seperti mereka yang bisa mendapatkan rupiah dari menulis. Doa saya sepanjang waktu adalah dapat menulis dan berbagi manfaat kepada orang lain. Semoga di usia saya ini, Allah menganugerahkan  kesempatan lebih baik untuk menulis.
September tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Perbedaannya adalah turunnya hujan. Dan, malam ini hujan juga turun meski hanya sekadar gerimis besar (pletok-pletok-pletok). Hujan adalah anugerah dan meski bulan September  turun hujan, tetap saja September Ceria.
Karanganyar, 2 September 2016