Selasa, 13 September 2016

Daging Kurban Terakhir

Daging Kurban Terakhir
Sebelum Iduladha, Maharani membersihkan bunga es yang memadat. Tujuannya adalah freezer akan digunakan untuk menyimpan daging kurban. Seperti tahun sebelumnya, daging kurban sampai banyak. Maharani malas untuk memasak. Lihat daging kurban, rasanya sudah eneg dulu. Akhirnya, tiap hari Maharani menggoreng beberapa potong daging kurban lalu dibawa ke sekolah. Teman-teman sarapan gratis dari Maharani.  
Dua bungkus daging kurban dari masjid dekat rumah diberikan untuk kerabat jauhnya. Satu bungkus daging kurban dari sekolah Mahendra (suaminya) dimasak bumbu bawang putih, merica dan garam. Ada beberapa potongan kecil yang disimpan di freezer, untuk persediaan besok membuat sop.
Hari pertama hari Tasyrik, Mahendra mendapatkan haknya sebagai sohibul. Daging kurban yang diterima cukup banyak. Anak pasangan ini sudah berencana makan-makan di rumah. Maharani menyiapkan satu bungkus, untuk satai. Daging yang lain dimasukkan dalam plastic dengan ukuran sedang. Maharani sudah berencana untuk membagikan kepada orang yang lebih membutuhkan. Tidak sampai satu minggu, dalam freezer hanya tinggal satu bungkus dengan ukuran kecil.
Maharani merebus lalu menggoreng daging kurban tersebut. Dua anaknya saling berebut, sementara suaminya juga ingin menyantap..
“Alhamdulillah, untuk rebutan.”
Mahendra membuka kulkas lalu mengernyitkan keningnya.
“Dagingnya habis?”
“Itu daging terakhir yang kita miliki.”
Dua anak Maharani dan ayahnya saling berpandangan. Mungkin mereka tak percaya, daging kurbannya sudah habis.
00000

Karanganyar, 13 September 2016