Jumat, 30 September 2016

Memilih Tempat Air Yang Cocok | Kahfi Noer

Noer Ima Kaltsum : Memilih Tempat Air Yang Cocok
Seingat saya tahun 2016 meskipun musim kemarau tapi tiap bulannya ada hari yang dilewati hujan. Berarti hujan turun di musim kemarau. Saya tetap bersyukur. Karena hujan membawa berkah.
Petani dengan suka cita menanam padi dan sayurannya tanpa mengeluh kekurangan air. Air sumur tetap berlimpah. Bagi yang tak memiliki sumur, seperti orang yang menempati perumahan, biasanya menggunakan air dari PDAM.
Saya adalah salah satu konsumen yang menggunakan air dari PDAM. Walaupun saya membayar air tepat waktu tapi belum sepenuhnya mendapatkan pelayanan yang memuaskan. Pada jam-jam tertentu, air PDAM tidak lancar alias macet.
Oleh karena penggunaan air cukup banyak bila sedang mencuci, maka saya sering kehabisan air yang saya simpan dalam tandon air. Untuk mengatasi air habis saat saya butuhkan, maka saya menyiapkan 2 tandon air ukuran sedang dan ember-ember besar (berfungsi sebagai genthong).
Dengan cara saya ini, saya tak lagi mengalami kendala saat mencuci.  Memang, sebagai Ibu rumah tangga, saya harus bisa memecahkan masalah dengan segera.
Bisa saja kita menyimpan air di kolam yang kita buat (jangan dibayangkan kolam renang). Kolam air di sini adalah kolah (Bahasa Jawa), tempat air di kamar mandi yang dibuat secara permanen.
Akan tetapi bila kita ingin tempat air bisa kita pindah saat kita butuhkan, maka pemakaian tandon air lebih fleksibel. Semua tergantung dari kita. Kondisi kita dan orang lain berbeda, maka carilah tempat air yang cocok untuk keluarga.
Yang penting sebelum membeli atau membuat tempat air, maka perhitungkan dulu kelebihan dan kekurangannya. Jangan sampai kita salah memilih tempat air.
Kali ini tulisannya ala Ibu rumah tangga banget. Semoga bermanfaat. #Edisi hari terakhir bulan September. Peringatan hari berkabung, memasang bendera setengah tiang.
Karanganyar, 30 September 2016