Sabtu, 22 Oktober 2016

Bahagianya Ibu dan Bapak di Usia Senja | Kahfi Noer

Dunia milik berdua, yang lain ngontrak
dok. Mbak Sudiyati-Mas Waljiman
Sore tadi saya dikirimi pesan lewat inbox oleh tetangga saya di Yogyakarta. Sungguh kabar yang membuat saya menitikkan air mata haru. Betapa tidak? Kabar bahwa Ibu dan Bapak ikut jalan-jalan bersama tetangga lansia lainnya ke hutan pinus Imogiri. Sungguh, di luar dugaan saya.
Sudah 2 kali tetangga saya (dulu suaminya) mengabarkan bahwa Ibu dan Bapak ikut rombongan jalan-jalan. Beberapa bulan yang lalu Ibu dan Bapak diajak jalan-jalan ke Suramadu dan Masjid Turen, Malang. Mungkin lelah, tapi kelihatannya Ibu dan Bapak sangat bahagia.
Apa istimewanya jalan-jalan bersama rombongan (tetangga)? Ya, karena Ibu dan Bapak tak muda lagi. Ibu usianya 70 tahun sedangkan Bapak 74 tahun. Di usia itu mereka bisa berdua tanpa anak-anak, menikmati perjalanannya.
Ah, itu sederhana. Itu biasa. Mungkin sebagian orang akan mengatakan seperti itu. Tapi bagi saya tidak. Itulah waktu istimewa buat Ibu dan Bapak. Dahulu Ibu dan Bapak tak mengenal piknik atau menghilangkan penat. Waktu mereka dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang tidak sedikit. Kalau sekali tempo bepergian, itu artinya menabung berbulan-bulan!
Bersama orang-orang yang saling memberi perhatian
di usia senja
dok. Mbak Sudiyati-Mas Waljiman
Enam anak-anak Ibu dan Bapak membutuhkan biaya sekolah, uang saku, dan lain-lain. Dahulu belum ada dana BOS, tidak ada KIP (Kartu Indonesia Pintar) dan kemudahan-kemudahan untuk mendapatkan beasiswa. Untuk anak yang bersekolah di negeri memang ada keringanan atau bebas SPP. Saya dan saudara saya juga mendapatkan keringanan SPP, besarnya 50%.
Kembali ke bahagianya Ibu dan Bapak menikmati masa tua. Ya, sudah 52 tahun Ibu dan Bapak mengarungi bahtera rumah tangga. Suka dan duka, sedih dan bahagia, membesarkan, merawat dan mendidik anak-anak. Kami pantas bangga memiliki orang tua yang secara materi kekurangan namun cinta dan kasih saying mereka telah membuat kami tangguh dan berhasil.
Di usia senja ini, masa tua, Ibu dan Bapak hanya ingin melihat kami bahagia. Melihat kami menjadi sholeh dan sholehah. Kami selalu mendoakan untuk kesehatan Ibu dan Bapak. Demikian pula Ibu dan Bapak selalu mendoakan kami menjadi yang istimewa.
Tak ada yang bisa kami lakukan lebih banyak. Saudara-saudara saya yang tinggal di Yogyakarta dan ketika berada di rumah Ibu dan Bapak, berusaha membahagiakan Ibu dan Bapak dengan cara mengajak beliau berdua “keluar rumah”, jalan-jalan atau makan di luar. Kalau saya biasanya hanya bisa membawakan makanan dan minuman kesukaan Ibu dan Bapak, hehe.
Di usia senja ini Ibu dan Bapak bahagia bersama anak-anak dan tetangga yang baik hati dan penuh perhatian. Kami, anak-anak, sayang Ibu dan Bapak.
Karanganyar, 22 Oktober 2016