Sabtu, 12 November 2016

Gagalnya Upaya Penjegalan

dok.pri

Judulnya agak serem, tapi tak apalah. Yang penting isinya tidak jauh dari judulnya. Kali ini masih bercerita tentang Maharani yang akan dijegal tetapi upaya penjegalan itu bisa digagalkan. Siapa tokoh berjasa yang menggagalkan penjegalan ini? Semoga tulisan ini bisa diambil hikmahnya oleh orang banyak.
Maharani menemui Kapoor, sang kurikulum. Terjadi pemebicaraan santai dan ringan tapi cukup mengenai sasaran.
“Pak Kapoor, apa yang Anda sampaikan kepada Pak Deva, guru Kimia di India bagian selatan?”
“Ceritanya begini. Ketua guru itu kan pada dasarnya tidak suka pada Anda. Apa yang Anda lakukan selalu tidak benar. Dan dia memang punya niat menyingkirkan Anda sejak awal. Anda paham yang saya maksud, bukan?”
“Ya, saya tahu itu sejak lama.”
“Sebenarnya, sejak hari Kamis atau Jumat, surat undangan untuk Anda sudah sampai di perguruan. Surat panggilan untuk melaksanakan diklat tersebut. Tapi undangan itu langsung dibawa oleh ketua guru.
Ketua guru akan memberikan surat undangan tersebut kepada Anda hari Sabtu. Dan hari Sabtu Anda libur. Itu artinya ketua guru sengaja memberikan surat undangan setelah mepet waktu.”
“Pantas Pak Deva cerita kalau Anda memberitahukan padanya soal undangan yang mungkin segera sampai pada saya.”
“Hari Kamis itu, saya ketemu Pak Deva di acara KMD. Saya bilang supaya pak Deva memberitahukan bahwa Anda mendapatkan undangan. Jadi, jangan sampai Anda tahu dari saya. Tahu kan Bu Maharani, ketua guru itu tidak suda kalau ada orang tahu sesuatu bukan darinya.”
“Terima kasih Pak Kapoor. Saya tak bisa melupakan jasa Anda.”
Jadi, ceritanya Maharani mendapatkan surat undangan yang sangat penting. Undangan diklat ke luar kota. Oleh ketua guru undangan tersebut tidak diberikan Maharani, entah itu belum diberikan atau sengaja tidak diberikan. Tapi intinya ketua guru memang ingin menjegal Maharani. Titik! Kesimpulan Maharani dan teman-teman seperguruan juga sama yaitu upaya penjegalan dan menghentikan karier.
Oleh karena Kapoor tahu niat tidak baik ketua gurunya, maka Kapoor minta kepada teman satu jurusan dengan Maharani dari perguruan lain untuk memberi tahu Maharani.
Akhirnya hari Senin ketua MGMP Kimia mendatangi Maharani dan mengatakan bahwa mereka akan berangkat diklat di luar kota. Maharani diminta untuk mengirim alamat email di WA ketua panitia diklat. Akhirnya Maharani mendapatkan undangan lewat email lalu dicetak.
Sebagai dasar pembuatan surat tugas, hari Senin sore Maharani memberitahukan pada ketua guru lewat sms bahwa dia mendapatkan undangan melalui email. Hari Selasa Maharani menghadap ketua guru, menyerahkan undangan tersebut dan minta surat tugas. Hari Selasa sore nanti akan berangkat ke tempat diklat bersama 6 teman lainnya.
“Ibu Maharani dapat undangan ini dari mana?”
“Lewat email. Undangan dikirim lewat email, karena ditunggu-tunggu dari peserta diklat salah satu yang belum konfirmasi adalah saya.”
“Sebelumnya, Ibu Maharani bisa mendapatkan email ini caranya bagaimana? Apakah Ibu memang mendaftarkan diklat?”
“Tidak Pak. Ketua MGMP kemarin datang ke sini memberi tahu saya.”
“O, begitu ya. Begini Ibu Maharani, ini ada undangan dari India bagian timur. Datangnya baru kemarin, hari Senin siang ketika perguruan sudah tak ada guru dan murid. Kebetulan saya masih di perguruan. Jadi, surat undangannya baru kemarin datangnya. Rencananya hari ini mau saya sampaikan kepada Ibu. Saya tak berani membuka sebab ini ditujukan untuk Ibu.”
Maharani mengatakan terima kasih dan mohon diri. Ketika dia bilang pada Pak Kapoor, Pak Kapoor menjawab,”Ada sabotase. Sepertinya ketua guru mau menjegal Anda.”
Dan ternyata menurut teman-teman MGMP, surat undangan datangnya sekitar hari Kamis-Jumat. Jadi benar, ketua guru dengan sengaja menjegal Maharani. Lalu apa untungnya? Puaskah bila Maharani hancur kariernya? Kecewakah bila Maharani bisa melenggang berhasil?
Beruntung Maharani memiliki teman-teman yang baik. Dan jangan lupa, mungkin inilah hikmah dari Maharani yang suka bersilaturahmi dan suka bergaul. Semoga Allah menyadarkan ketua guru. Niat buruk tak selamanya bisa berhasil. Orang melakukan perbuatan yang merugikan orang lain akan menerima pembalasan entah itu dari siapa. (Bukan ancaman loh)
Hari Selasa Undangan diserahklan, hari Selasa itu pula Maharani berangkat karena diklat berlangsung hari Rabu dan Kamis. Maharani, tetap semangat. Jangan patah semangat. Percayalah, Allah akan memberikan kemudahan bagimu.
Karanganyar, 12 Nopember 2016