Jumat, 30 Desember 2016

Evaluasi Perjalanan Menulisku Selama Tahun 2016

Kopdar IIDN Solo Pebruari 2016
dok.pri

1.     Tetap semangat menulis dan mengirim naskah di media Koran Solopos. Naskah yang dimuat mengawali keberuntungan di tahun 2016 adalah Cerita Anak (Edisi Minggu, minggu pertama bulan Januari 2016) berjudul Terompet Tahun Baru.

Menulis tidak hanya sesuai passion saja. Untuk tetap bisa eksis dan bertahan untuk menulis maka haluan mana pun juga ditempuh. Maka hasilnya 5 cerita lucu dengan tokoh Jon Koplo menghiasi Rubrik Ah Tenane.

2.     Untuk menambah wawasan, maka membaca selalu saya lakukan. Sebagai penulis, kegiatan membaca adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Ada 3 buah buku yang sudah saya buat ringkasannya. Buku-buku tersebut karya mbak Indari Mastuti, Bapak Ngainun Naim, dan Bapak Andrias Harefa.

Membaca karya orang lain dapat digunakan untuk mengetahui dan mempelajari  gaya bahasa tulisan penulis. Gaya bahasa tulisan orang lain akan memengaruhi gaya bahasa tulisan saya, tapi saya tetap mempertahankan cirri dan karakter tulisan saya. Saya tidak mudah terbawa arus, tidak mudah meniru gaya bahasa tulisan orang lain.

3.     Lebih aktif mengikuti lomba penulisan terutama kompetisi ngeblog. Beberapa lomba yang saya ikuti memang berbuah manis dan mendapatkan hadiah, meski keikutsertaan saya tidak begitu “ngoyo” atau usaha sangat keras. Alhamdulillah, dapat uang, barang, buku dan lain-lain.

4.     Dua kali mendapatkan kesempatan menuliskan produk. Saya mendapatkan tawaran untuk mereview sebuah produk di blog saya. Saya mendapatkan fee, yang besarnya lumayan (relative). Alhamdulillah, rezeki dari ngeblog datang tanpa disangka-sangka sebelumnya. Lumayan nulis dapat duit (kemudian virus matrenya keluar, ketularan teman-teman penulis).

5.     Konsisten menulis di blog sehingga tulisan saya tidak amburadul, bertambah lebih baik, lebih sistematis dan enak dibaca dengan gaya bahasa ala saya yang sederhana ini. Meski blog saya isinya gado-gado (memang gado-gado itu enak ya) tapi saya menyukainya. Sebagian tulisan di blog saya berisi keluhan/curhat, mungkin orang akan bilang “nyampah” di medsos, bagi saya tulisan saya saat itu adalah obat luka. Luka yang paling dalam.

Kalau ada orang yang bilang curhat di medsos menunjukkan ketidakdewasaan seseorang, bagi saya bisa bertahan dengan tekanan psikologis yang tidak ringan adalah sebuah anugerah.

6.     Menulis, berinteraksi dengan orang, ikut komunitas adalah bentuk pengembangan diri. Dan itulah “me time” saya. Saya mulaai mencatat rapi, sistematis dan mengikuti alur logis dalam menulis. Saya juga mulai memilih teman/sahabat yang pas/sesuai/sejalan dengan jalan pikiran saya. Andaikan ada yang berseberangan/bertolak belakang, saya juga akan menerima pendapat orang lain. Karena perbedaan itu memang indah.

7.     Perjalanan menulis saya selama tahun 2016 saya tutup dengan mencetak buku rekening dan hasilnya wow….. lumayan untuk membeli kuota, membeli mie ayam, flashdisk, membeli camilan untuk teman-teman kantor.

8.     Semoga bermanfaat tulisan ini. Alhamdulillah, tahun 2016 ini hasil menulis saya ada kemajuan dibanding tahun sebelumnya. Kalau ada kekurangan, harap maklum.

Karanganyar, 30 Desember 2016