Sabtu, 17 Desember 2016

Menulis vs Membuat Herbarium

Menulis dan membuat herbarium atau insektarium adalah dua hal yang sebenarnya tak bisa disandingkan. Akan tetapi bila ditilik dari prosesnya, mungkin keduanya ada kemiripan.
Kita tahu membuat herbarium (awetan tumbuhan secara alami dengan bantuan matahari/panas) membutuhkan proses yang panjang dan waktunya lama. Membuat herbarium tidak mungkin sekali jadi dalam sehari atau dua hari. Untuk hasil yang optimal memerlukan waktu yang cukup banyak.
Membuat herbarium membutuhkan sinar matahari cukup (walaupun tidak secara langsung), dijauhkan dari udara lembab agar tak ada jamur yang ikut serta menempel pada benda kerja. Kalau sekarang mungkin juga bisa digunakan dengan panas buatan (bukan sinar matahari). Tetap saja waktu yang diperlukan banyak.
Ketika saya kelas 1 SMA, saya dan teman-teman membuat herbarium secara kelompok. Tiap anggota kelompok membuat 2-3 herbarium. Bila herbarium telah jadi, maka dikumpulkan ke kelompok lalu ditempel di buku gambar jumbo. Di bawah herbarium yang telah ditempel, ada identitas herbarium.
Kami melakukan semua itu dengan sabar. Demikian juga ketika saya menulis. Saya memerlukan waktu yang lama. Menulis saya lakukan setiap hari dalam waktu yang lama. Saya tidak mau menulis secara instan tanpa memiliki modal apapun atau tidak mengikuti prosedur.
Oleh karena menulis tidak bisa dilakukan secara cepat kilat maka saya memiliki strategi. Yaitu dengan cara menulis sedikit demi sedikit, setiap hari dan konsisten. Alhamdulillah, saya sabar mengikuti proses menulis, tidak mengenal putus asa dan selalu memiliki harapan. Harapan saya adalah tulisan saya layak untuk dibaca orang lain.
Ya, dengan menulis setiap hari maka saya bisa mengukur kemampuan saya. Saya bisa mengukur kualitas tulisan saya. Kalau awalnya amburadul, sekarang sudah ada kemajuan. Paling tidak sekarang menulis tidak asal menulis. Banyak pertimbangan sebelum menayangkan tulisan. Menulis artikel itu gampang tapi tulisan tersebut perlu menjalani proses editing. Pada proses mengedit inilah memerlukan waktu yang cukup.
Kalau ada orang yang ingin menulis tapi tidak segera melakukan/action maka keinginan tersebut perlu dipertanyakan. Kalau ada orang yang ingin memiliki tulisan tapi hanya bertanya tanpa usaha, tak akan ada artinya. Kalau ada orang yang ingin tulisannya tayang di media tapi hanya menunda-nunda awal menulis maka  tulisannya tidak mungkin muncul di media karena orang tersebut tak juga memulai menulis.
Menulis itu segera mulai sekarang, tidak menunda, tidak banyak teori rumit, tidak banyak mengeluh, memerlukan waktu yang lama, konsisten, mencoba dan terus mencoba. Bersabarlah menulis seperti halnya sabar membuat herbarium dan insektarium.
Kalau semua tahapan sudah dilakukan, berdoa saja semoga tulisannya layak untuk dibaca oleh orang lain.

Karanganyar, 17 Desember 2016