Jumat, 23 Desember 2016

Mobil Diseruduk dari Belakang lalu nyungsep di Belakang Truk Fuso, Sekeluarga Selamat

Tampak depan
dok. Kengsi Ati
Kali ini saya akan menceritakan musibah yang dialami keluarga teman mengajar saya. Beliau adalah Bapak Muheri Supriyanto yang sehari-hari mengajar pelajaran pemesinan. Musibah kecelakaan lalu lintas yang dialami waktu dini hari itu justeru membuat beliau sekeluarga tambah bersyukur. Mereka bersyukur karena Allah melindungi keluarganya.
Seperti biasa, untuk mengisi liburan, Bapak Muheri mengajak isteri dan anak-anak untuk menikmati perjalanan wisata. Untuk libur panjang ini tempat wisata yang dibidik adalah Malang, Jawa Timur. Mereka sekeluarga, Bapak Muheri, mbak Kengsi (isterinya), dan dua anaknya (Amel dan Arya) berangkat dari Karanganyar, Selasa 20 Desember 2016,  jam sebelas malam.
Setelah puas berwisata, Bapak Muheri dan keluarga pulang menuju Karanganyar, pada hari Rabu, 21 Desember 2016 sekitar jam lima sore. Sekitar jam dua malam (Kamis, 22 Desember 2016), di hutan perbatasan Ngawi-Sragen terjadilah musibah. Kecelakaan beruntun tak dapat dihindari, mobil Bapak Muheri dari belakang diseruduk mobil xenia dengan kencang, lalu mobil yang dikendarai nyungsep di belakang truk fuso.
Tampak Belakang
           dok. Kengsi Ati
Meskipun keadaan mobil yang ringsek bagian depan dan bagian belakang penyok, keluarga Bapak Muheri selamat dan sehat (ada sedikit lecet kena pecahan kaca). Memang dua anaknya sempat mengalami shock dan trauma. Tapi mbak Kengsi yang sehari-hari menanamkan pendidikan agama yang kuat, maka keadaan dua anaknya sedikit stabil.
Ketika saya bertanya apakah ada firasat sebelum kecelakaan, mbak Kengsi menjawab tidak ada firasat sama sekali. Katanya, Bapak Muheri belakangan ini sering memperhatikan bangkai mobil/mobil ringsek yang ditaruh di belakang Polsek Karanganyar, dekat Kantor Pegadaian. (Setiap hari, antar jemput kedua anaknya selalu lewat daerah ini).
Selalu saja ada hikmah di setiap musibah. Allah akan menguji makhluknya dengan ujian berupa kesenangan dan kesusahan. Rupanya keluarga Bapak Muheri berhasil melewatinya. Mereka tak menyesali dengan keadaan kendaraannya yang rusak parah. Justeru rasa syukur yang mereka ungkapkan. Keyakinan mereka bahwa selamat dari musibah artinya mereka disayang Allah.
Sehari-hari di sekolah dan di rumah, Bapak Muheri termasuk orang yang gemar menolong alias entengan. Di sekolah dan di rumah sama saja. Tidak banyak mengeluh dan cepat tanggap.  
Allah akan memberikan kemudahan bagi orang yang memudahkan urusan orang lain. Oleh karena mesin mobil mati maka perlu diderek. Bapak Muheri sekeluarga akhirnya istirahat di Polsek Ngawi sambil menunggu jemputan keluarga.
Istirahat, kelelahan
           dok. Kengsi Ati
Harta benda masih bisa dicari, yang diutamakan adalah kesehatan dan keselamatan. Semoga bisa dipetik hikmahnya.

Karanganyar, 23 Desember 2016
Sumber berita: Mbak Kengsi Ati dan FB Kengsi Ati
Tulisan ini dirangkai atas izin Mbak Kengsi Ati