Rabu, 28 Desember 2016

Sedekah Adalah Bentuk Syukur

Bersyukur tidak memerlukan syarat apapun. Bersyukur tinggal mengucap doa hamdallah, alhamdulillahirobbilalamin. Itu saja sudah cukup dan Allah akan menambah nikmat yang lain atas ungkapan syukur kita.
Pada tingkat selanjutnya rasa syukur tersebut bisa dibarengi dengan mengeluarkan sesuatu untuk mengungkapannya. Sedekah! Ya, dengan bersedekah sebanyak-banyaknya dengan ukuran kemampuan kita.
Sedekah memberikan efek yang tidak sederhana semata. Hikmah dari sedekah luar biasa dahsyatnya. Anda belum mencoba? Silakan dicoba dengan niat ikhlas lillahita’ala. Allah tidak hanya akan melipatgandakan pahala, materi (biasanya digunakan sebagai tolok ukur), lebih-lebih Allah akan memberikan sesuatu yang kita butuhkan (bukan semata-mata yang kita inginkan).
Sedekah dan pagar mangkok
Bersedekah bisa kita keluarkan dalam bentuk uang, barang, makanan, tenaga, pikiran, dan ilmu. Bila kita mampu keluarkan uang untuk sedekah sebanyak-banyak. Kalau tak memiliki uang, kita keluarkan makanan yang sebanyak-banyaknya. Kalau tak memiliki makanan, kita bisa bersedekah dengan barang-barang yang ada di rumah sebanyak-banyaknya. Uang tak punya, makanan tak punya, barang juga tak punya? Masih ada tenaga, pikiran dan ilmu yang bisa kita sedekahkan. kalau saya biasanya bersedekah dengan apa yang saya miliki, yakni buah. Jambu, sukun, pakel, mangga, buah rambutan. Saya tak pernah berniat untuk menjual hasil panen pekarangan rumah. Biasanya satu dua orang datang untuk ikut menikmati buah yang ada.
Khusus untuk makanan dalam hal ini makanan yang istimewa berupa sayur atau lauk, bisa kita sedekahkan kepada tetangga kita. Meski jumlahnya tak seberapa tapi sedekah ini memberikan efek positif. Tetangga bisa menjadi saudara karena saling memberi makanan. Oleh sebab itu jangan abaikan hubungan dengan tetangga.
Tidak perlu jauh-jauh dulu kita bersedekah, berikan kepada tetangga terdekat kita. Hikmah yang bisa dipetik dari sedekah adalah tetangga dengan kita akan bersikap baik, layaknya saudara, mereka akan dengan senang hati berbagi. Berbagi waktu dan tenaga.
Pengalaman saya: saat itu suami sedang berwisata dengan teman sekantor di Suramadu. Siang itu saya melihat ular menyelinap di jendela kamar anak. Takut, itu sudah pasti. Maka saya menelepon tetangga terdekat saya sambil mengawasi gerakan ular. Siapa tahu berpindah tempat. Dengan segera tetangga saya datang bersama ponakannya.
Dia bilang,”ah, ini ular piton kecil mbak. Nggak berbisa, enggak bahaya.”
Tetangga saya mengambil ular piton kecil itu dengan tangan kosong. Walah, saya kok tetap saja ngeri.
Ketika thole jatuh nyemplung sawah dan tangannya patah, tetangga saya yang sopir taksi dengan tangan terbuka menembus senja mengantar kami ke rumah sakit. Beliau juga mencarikan minuman, makanan buat anak saya. Duh, jadi terharu dengan kebaikan tetangga.
Saya memang secara fisik tidak dekat dengan tetangga. Rumah saya tengah sawah, tapi karena sering saling memberi hadiah satu sama lain, jadilah mereka saudara dekat saya. Masih banyak kebaikan tetangga kami karena hikmah sedekah dan pagar mangkok.
Bersyukurlah dan keluarkan sedekahmu
         Keluarkan sedekahmu sekarang juga. Kalau ada pahala berlipat ganda, kalau ada hikmah di balik itu, itu urusan Allah. Sebenarnya, mengeluarkan sedekah merupakan bentuk syukurmu. Renungkan sekali lagi! Mengeluarkan sedekah adalah bentuk syukurmu.