Jumat, 09 Desember 2016

Tumpukan Buku dan Kertas Saat UAS

Ternyata saya selalu memiliki kebiasaan yang baru saya sadari. Kebiasaan menjelang Ulangan Akhir Semester atau Ulangan Kenaikan Kelas, yaitu menumpuk buku dan kertas. Untuk menyiapkan membuat kisi-kisi, soal, kunci jawaban, pedoman penilaian, selalu tak meninggalkan kertas dan buku.
Kebetulan saya dan suami mengajar. Jadi, kebiasaan saya ini sama dengan kebiasaan suami. Bedanya, suami tak begitu banyak menumpuk buku. Jadilah, ruang kerja dipenuhi buku dan kertas.
Belum lagi si kecil yang senangnya ikut-ikutan mengganggu pekerjaan orang tuanya. Akan tetapi saya selalu menikmati saat-saat seperti ini. Biasanya setelah UAS selesai, membuat nilai dan membuat laporan (alias rapor) selesai rasanya plong. Lega sekali.
Kalau sudah begitu, tumpukan buku sudah berubah dan berpindah tempat. Demikian juga kertas-kertas yang awalnya saya butuhkan, kini menjadi penghuni loker nomor sekian. Ruang kerja kembali bebas buku dan kertas.
Nah, untuk sementara waktu saya juga tidak terlalu memaksakan diri untuk memenuhi target menulis setiap hari. Rupanya UAS sangat menyita waktu. Dengan UAS, waktu saya habis untuk menemani Dhenok dan Thole buka buku dan coret-coret. Memang Ibu harus pandai dan cerdas.
Malam ini saya harus lembur sebab semua harus selesai sebelum hari Sabtu. Hari Sabtu kami sekeluarga akan mudik. Di rumah orang tua Yogyakarta akan ada hajatan.
Saya mulai menata buku dan kertas-kertas. (Lirik loker kosong)

Karanganyar, 9 Desember 2016