Kamis, 26 Januari 2017

Manfaat Bergabung dengan Komunitas Menulis

Ketika saya SMA, awal saya menulis, saya tidak bergabung dengan penulis-penulis lainnya. Waktu itu saya belum tahu caranya untuk bergabung dengan sesama penulis. Mungkin hanya orang-orang tertentu yang mengikuti wadah penulis. Saat itu belum banyak komunitas penulis yang terbentuk.
Berbeda dengan sekarang, komunitas penulis mudah kita ketahui baik di dunia nyata maupun dunia maya. Saya mulai bergabung dengan komunitas penulis berawal dari ajakan isteri dari teman SMA saya. Setelah bergabung dengan komunitas penulis, saya jadi tahu ternyata menulis itu asyik. Saya tidak menyia-nyiakan kesempatan baik ini. Saya bisa belajar dari penulis senior, baik dari dunia nyata maupun dunia maya.
Ada beberapa keuntungan setelah saya bergabung dengan komunitas, di antaranya adalah:
1.      Bertambah teman, bertambah saudara
Ketika saya bertemu langsung dengan teman-teman penulis IIDN Solo, saat itu pertemuan pertama. Saya mengenal beberapa teman dari berbagai profesi. Dengan bertambah teman maka saudara kita juga bertambah. Saya bersyukur, saya bisa diterima sebagai saudara. Saudara yang memiliki hobi yang sama, yaitu menulis.

Saya yakin, dengan bertambahnya saudara maka saya akan diberi kemudahan ketika berada di tempat asing yang belum pernah saya kunjungi. Biasanya teman-teman akan menyambut kami dengan suka cita bila mengunjungi suatu tempat yang dekat dengan mereka.

2.      Bisa belajar menulis lebih serius
Kalau dulu menulis hanya digunakan untuk menyalurkan hobi, mengalir begitu saja tidak diiringi usaha maksimal karena tidak memiliki target. Setelah bergabung dengan komunitas menulis, semua menjadi berubah.
Yang awalnya menulis hanya sambil lalu, kini menjadi lebih serius. Hal ini dipengaruhi oleh keinginan untuk berhasil. Tak ada kesuksesan tanpa disertai keseriusan. Menulis dengan serius, bukan berarti menulis dengan tegang. Tetap menulis dengan santai tapi serius. Pencapaian target-target kecil/besar merupakan bukti keseriusan dalam menulis.

3.      Bertemu motivator menulis
Seorang penulis pemula memerlukan motivator agar kegiatan menulis dilakukan dengan konsisten dan berkesinambungan. Motivator ini memiliki peranan yang sangat penting, guna memacu lebih keras lagi keseriusan dalam menulis. Tanpa dukungan dari motivator, penulis pemula biasanya mudah putus asa atau patah semangat.

Motivator bisa diibaratkan sebagai kompor yang bisa memanas-manasi. Bila ada suatu tantangan untuk menulis, motivator tidak pernah bosan memberikan dukungan moril kepada penulis pemula.

Bahkan, penulis senior juga memerlukan motivator. Semangat menulis kadang-kadang naik dan turun berdasarkan mood. Bila kita berada pada titik kejenuhan, maka motivator akan terus memberikan semangat dan dukungan.  Kalau kita tidak bergabung di komunitas, mungkin keadaan kita akan lain. Kita akan putus asa, atau berhenti lebih lama untuk menulis karena bosan dan tidak ada yang mendorong kegiatan menulis kita.

4.      Rezeki datang tanpa tak disangka
Seorang penulis, tentu memiliki motivasi tersendiri dalam menulis. Setiap orang melakukan kegiatan menulis, tidak akan sama persis motivasinya dalam menulis. Ada yang menulis benar-benar digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ada yang menulis dimaksudkan untuk berbagi manfaat. Apapun motivasinya, ternyata penulis selalu mendapatkan jodohnya.

Penulis buku, penulis blog, penulis berita, penulis cerita, penulis di media, semua memiliki jodohnya. Saya memiliki teman dengan passion berbeda-beda. Semua mendapatkan rezeki dari menulis. Tidak ada orang yang iri dengan keberhasilan kita, baik penulis pemula maupun penulis senior.

Kalau sudah begitu, kalau setelah menulis lalu kita mendapatkan honor, itu bagian rezeki kita berupa materi. Atau kalau kita mengikuti lomba menulis dan berhasil menjadi juara, tentu rezeki tersebut akan mampir pada kita. Bila kita mendapatkan tawaran untuk membuat iklan, kita juga akan mendapatkan imbalan.

Informasi tentang kepenulisan, lomba, atau tawaran membuat iklan ini bisa kita dapatkan saat kita bergabung dengan komunitas penulis. Kalau kita sudah tahu manfaat bergabung dengan komunitas penulis, lantas kita masih enggan bergabung dengan mereka?

Wahai penulis, bergabunglah dengan komunitas menulis.


Karanganyar, 26 Januari 2017