Minggu, 08 Januari 2017

Tidak Menulis Karena Lelah

Lelah, letih, dan capek sering kita rasakan saat kita sibuk melakukan aktivitas. Padatnya kegiatan sehari-hari membuat kita cepat lelah. Waktu terus berjalan, kegiatan sehari-hari belum juga selesai, rasa lelah sudah menghampiri. Kadang-kadang rasa lelah tersebut datang bukan karena padatnya kegiatan tetapi karena satu kegiatan yang menguras waktu dan tenaga.
Biasanya Ibu-ibu bekerja di luar rumah sudah memiliki jadwal tertentu untuk kegiatan yang dilakukan sehari-hari. Meskipun jadwal tersebut tidak tertulis tetapi Ibu-ibu bisa melaksanakan semua kegiatan tersebut sesuai jadwal. Karena semua sudah dikerjakan secara rutin, maka semua akan berjalan baik-baik saja.
Ada kalanya pekerjaan kantor yang harus dilakukan dengan lembur beberapa jam saja. Kondisi semacam ini akan memengaruhi jadwal kegiatan sehari-hari atau merusak jadwal yang sudah ada. Dengan demikian keadaan sedikit kacau. Ada kegiatan yang tak bisa diselesaikan bahkan tidak dilakukan. Seandainya semua kegiatan hari itu bisa diselesaikan maka Ibu-ibu kurang waktu untuk istirahat.
Bila kondisi semacam ini berlarut-larut maka rasa capek akan menyerang. Kurang istirahat (bahkan jadwal makan juga berubah), lelah fisik dan pikiran terganggu. Bila rasa lelah itu datang dan kita perlu istirahat, maka kegiatan menulis juga jadi terhambat.
Suatu saat kita tidak dihadapkan kegiatan yang padat, hanya satu kegiatan saja. Meskipun hanya satu kegiatan tetapi menguras waktu dan tenaga, sudah tentu kita akan merasa lelah. Contoh berwisata sehari penuh, berangkat pagi, pulang malam hari. Contoh yang lain adalah membantu saudara yang memiliki hajat atau membantu kerabat yang sedang kena musibah.
Kegiatan yang hanya satu macam saja tetapi menyita waktu, tenaga dan pikiran, ini juga membuat kita kelelahan. Karena kelelahan, kegiatan menulis kita berhenti. Kalau memang kondisi lelah,  kita tidak perlu memaksakan fisik kita untuk tetap bekerja alias menulis, maka istirahat yang cukup adalah solusi terbaik.
Setelah istirahat cukup dan kita merasa lebih segar kembali, waktunya menulis tiba. Jangan menunda-nunda menulis. Mungkin di saat kita kelelahan, ada ide yang muncul, ada cerita menarik, ada  tips yang bisa kita tulis dan kita sampaikan. Segera menulis lagi, jangan sampai kita menunda menulis sampai datang lagi rasa lelah.
Semoga kita bisa konsisten menulis, fisik dan psikis tidak lelah, dan badan kita sehat. Semoga bermanfaat.

Karanganyar, 8 Januari 2017