Kamis, 09 Februari 2017

Air Terjun Jurang Jero di Karangpandan Perlu Dikunjungi

Air Terjun Jurang Jero
dok.pri

Setelah menikmati udara segar di Air Terjun Jumog, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar hari Minggu, 5 Pebruari 2017 kemarin, perjalanan dilanjutkan kembali. Saya mengira mau diajak pulang. Akan tetapi saya keliru, ternyata setelah melewati Pondok Pesantren Isy Karima, saya diajak masuk kampung-kampung ke grojogan yang lain.
Saya sendiri bingung arahnya, jadi mengikuti suami tanpa banyak tanya. Memang malu bertanya sesat di jalan, tapi bagi suami, banyak bertanya berarti saya dinilai tidak sabaran. Oleh karena itu, lebih baik saya diam.
Suami saya asli Karanganyar. Daerah Karanganyar manapun Insya Allah tahu. Meskipun lokasi tersebut tidak ada di peta, tetap saja dia bisa sampai tujuan. Tahu-tahu sepeda motor berhenti di halaman rumah penduduk. Saya dan si kecil turun dari sepeda motor. Seorang perempuan muda menyapa kami. Pemilik rumah dari halaman yang kami gunakan untuk parkir juga menyapa kami.
Suami berjalan di depan kami. Saya memberikan ponsel pada suami. Tanpa dikomando, suami pasti akan mengambil gambar sesukanya dan benar-benar yang saya perlukan.
Jembatan Bambu-sesek
dok.pri

Kami melewati pekarangan penduduk. Di desa ini suasananya tenang, udaranya masih segar dan sejuk. Saya melihat air terjun mengalir dari suatu ketinggian. Air Terjun ini dinamakan Air Terjun Jurang Jero. Air Terjun Jurang Jero terletak di Dukuh Jurangjero, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten karanganyar. Memang tingginya jauh berbeda dengan Grojogan Sewu dan Air Terjun Jumog. Tapi tetap saja menarik. Begitu lihat air terjun, hati rasanya maknyes!
Sekitar Grojogan Jurang Jero, masih alami, belum dipoles sedikitpun. Pohon-pohon besar, semak belukar masih apa adanya belum dikelola dengan baik. Dari rumah penduduk tempat kami memarkir motor menuju grojogan jalannya sudah diperkeras.
Air dari grojogan mengalir di sungai kecil. Di atas sungai terbentang jembatan terbuat dari bambu. Orang Jawa menyebut dengan nama sesek.
Eksotik
dok.pri

Sebenarnya saya ingin mencari banyak informasi dari alam tentang Air Terjun Jurang Jero ini. Tapi saya tidak bisa leluasa sebab si kecil langkahnya mengkhawatirkan. Jadilah, saya mendapatkan informasi minim dari alam tentang Air Terjun Jurang Jero.
Tetap saya syukuri, suatu saat saya akan kembali ke sini lagi. Yang jelas, Air Terjun Jurang Jero merupakan tempat wisata baru yang ada di Karanganyar yang perlu dikunjungi dan sekarang baru dikembangkan. Apabila potensi alam ini dikelola dengan baik, niscaya pamornya akan sebaik obyek wisata lainnya yang ada di Karanganyar. Air Terjun Jurang Jero akan menarik wisatawan seperti halnya Grojogan Sewu dan Air Terjun Jumog.
Untuk saat ini, tidak ada tiket masuk menuju Air Terjun Jurang Jero. Kami hanya menitipkan sepeda motor alias parkir di halaman rumah penduduk dengan membayar dua ribu rupiah.
Alhamdulillah, akhirnya kesampaian menikmati perjalanan wisata meskipun badan belum begitu fit. Bagi yang ingin melihat indahnya Air Terjun Jurang Jero, silakan datang ke Karangpandan.
Rute yang bisa ditempuh: Solo - kecamatan Karangpandan - belok kanan menuju Pablengan - ikuti jalan hingga sampai di wisata Sapta Tirta Pablengan - lurus sedikit kemudian belok kiri ketika menemui gapura setelah musholla - ikuti jalan hingga bertemu perempatan - belok kiri dan ikuti jalan - lurus saja maka akan sampai di lokasi.
Karena jalan menuju lokasi sempit, maka disarankan untuk mengendarai sepeda motor untuk sampai di lokasi. Di sekitar jalan menuju lokasi sudah ada papan penunjuk arah. Jadi, untuk mencapai lokasi tidak terlalu sulit. Dibandingkan lewat Patung Semar, melewati Kecamatan Karangpandan ke selatan lebih mudah.
Karanganyar, 9 Pebruari 2017
Catatan: Fotografer Budiarso