Minggu, 19 Februari 2017

Jangan Mudah Tertipu dengan Perubahan Wajah Seseorang

Ketika Maharani memoleskan lipstick warna merah muda, beberapa teman di kantornya spontan berkata,”wow beda.” Tapi ada juga yang berkata pelan, takut menyinggung dg ucapan, “maaf, itu bukan Anda yang sebenarnya.” Ada yang bilang, nah sekarang tambah segar tidak kelihatan pucat. Tapi sebagian besar menyarankan pada Maharani untuk berhias seperti saban harinya saja. (yang menyarankan seperti ini bukan Ibu-ibu lo, nanti dikira saingan). Lebih teduh dan lebih kalem.
Dari sekian pendapat teman-teman, Maharani memilih menjadi dirinya sendiri dan kembali seperti semula dengan make up minimalis. Lipstiknya warna cokelat atau pink teduh. Itulah uji coba yang dilakukan Maharani. Ternyata ada yang tidak mudah tertipu dengan penampilan barunya.
Masukan teman Maharani sungguh bermanfaat agar dia tidak salah menggunakan make up. Maharani memang tipe perempuan sederhana dan tidak neko-neko. Ternyata perubahan sedikit saja sudah kelihatan nyata.
Suatu ketika Maharani memakai make up minimalis, bedak dan lipstick seperti biasanya. Hanya saja pada bulu mata bagian bawah ditambah garis pencil hitam sedikit saja. Ternyata, itu juga menjadikan wajahnya berubah.
Banyak orang yang pangling, atau hampir tak mengenalnya hanya karena make up yang berbeda dari biasanya. Jangankan orang lain, suaminya saja, Mahendra juga kaget kalau Maharani memakai make up berlebihan. Dan reaksinya menolak. Lantas Mahendra memperingatkan,”tidak usah menjadi orang lain.”
Tentu saja Maharani kembali ke sifat aslinya/asalnya, yang sederhana, kalem, tenang, tidak menor, tidak berlebihan dan apa adanya. Make up yang dipakai yang minimalis saja, biar tidak banyak mengeluarkan biaya untuk kosmetik. Selain itu tidak menjadi bahan pembicaraan orang lain. Dibicarakan baik dan buruk, toh tidak berpengaruh.

Selain make up, yang menjadi perhatian teman-temannya adalah model berkerudungnya. Asal beda sedikit nanti juga dikomentari. Dunia ini memang penuh dengan penilaian. Semoga Maharani tidak terpengaruh dengan penilaian manusia. Baginya hanya Allah yang memiliki hak untuk menilainya.