Kamis, 23 Februari 2017

Ketemu Mantan

Pagi yang (sudah) hujan. Meskipun aku sudah bangun lebih pagi dari biasanya tetapi aku tetap tergesa-gesa. Ada yang membuat pekerjaanku tidak segera aku sentuh karena Fitri mendadak minta padaku untuk mengerjakan PR.
Setelah Fitri meninggalkan rumah, tinggallah aku menyiapkan keperluan si kecil. Sebenarnya, setiap hari aku sudah mengingatkan kepada Fitri untuk menyelesaikan tugas pada malam hari. Entah mengapa, Fitri sudah tidur sejak awal malam. Mungkin kelelahan karena baru saja membuat tugas tata boga di rumah temannya.
Gelombang kedua sudah selesai, si kecil sudah berangkat sekolah. Aku mempersiapkan diri untuk berangkat ke sekolah. Masih ada cukup waktu. Ketika sepeda motor sudah siap untuk distarter, aku melihat ada kendaraan yang masuk halaman rumahku.
Aku batal menghidupkan sepeda motor. Aku turun dari sepeda motor. Ku langkahkan kakiku mendekat dua orang pengendara sepeda motor. Ternyata, muridku dan seseorang. Tutup muka tidak aku lepas. Jadi, aku seperti memakai cadar.
“Selamat pagi, Bu Mursalin,”sapa Jaka
“Selamat pagi. Ada perlu apa, ya?”
“Maaf, Bu. Saya, ayah Jaka. Hari ini mau minta izin, Jaka tidak masuk sekolah karena Ibunya mau menjalani operasi tumor payudara.”
“Iya, Pak. Saya mengizinkan. Semoga ibu segera pulih kembali dan sehat.”
Aku buka tutup muka. Lelaki itu kaget. Pasti lelaki itu tidak pernah menyangka kalau wali kelas anaknya adalah mantannya, yang ditinggal begitu saja. Karena aku juga memburu waktu maka aku izin segera berangkat ke sekolah.

Karanganyar, 23 Februari 2017