Sabtu, 01 April 2017

Kimia Itu Menyenangkan Kimia Itu Tidak Membosankan

Sublimasi Iodin
dok.PLPG bulan Agustus 2010
Sebetulnya, saat kelas 1 SMA, guru matematika yang mengajar saya juga tidak asyik cara mengajarnya. Tapi saya harus menerima dengan hati yang lapang dan ikhlas. Saya kan tidak bisa memilih guru sesuka hati. Semua sudah dipilihkan dari sekolah. Semua siswa harus tunduk.
Sejak SMP kan saya paling suka pelajaran matematika. Mau tidak mau dan suka tidak suka, saya harus mengikuti pelajaran matematika SMA yang diajar oleh guru yang ada  meskipun dengan terpaksa. Tapi, lumayanlah saya tidak terlalu kecil ilmu matematikanya. Kalau diajar saya cukup mampu untuk menerima ilmunya.
Naik kelas dua, guru matematikanya adalah wali kelas saya sendiri. Guru matematika yang keren dan memang jadi idola di sekolah. Menerangkan gampang dicerna. Karena suka dengan cara gurunya menerangkan, maka saya jadi suka dengan pelajarannya. Sepertinya pelajaran matematika dan kimia di kelas 2 dan 3 menjadi teramat menyenangkan.
Meskipun pelajaran matematika dan kimia itu menyenangkan, tapi karena sekarang saya lebih konsentrasi pada bidang studi kimia, maka yang dibahas kimia saja. Nah, kita membahas kimia itu menyenangkan. Rasanya sayang sekali kalau tak mengikuti pelajaran kimia dalam sehari.
Kimia itu menyenangkan. Kamu tidak percaya kalau kimia itu menyenangkan? Coba baca dulu materi kimia yang dasar. Pada awal-awal belajar kimia dahulu ditunjukkan beberapa reaksi kimia. Saya berdecak kagum, wow… perubahan kimia seperti itu. Kok bisa ya? Ya, bisa saja. Di dunia ini kan Tuhan menciptakan sesuatu untuk dipelajari manusia. Dan semua kemungkinan bisa terjadi, bahkan kita tidak menduga sebelumnya.
Seandainya di sekolah tidak bisa melakukan banyak praktikum, di rumah atau di mana saja kita bisa melakukan praktikum dengan alat dan bahan sederhana. Tidak semua praktikum kimia memerlukan alat dan bahan yang rumit dan mahal. Dalam belajar kimia, alat dan bahan yang digunakan untuk suatu praktikum bisa bermacam-macam.
Suatu contoh kita akan mempelajari gejala-gejala yang menyertai perubahan kimia. Salah satu di antara gejala-gejala yang menyertai perubahan kimia adalah perubahan warna. Contoh reaksi kimianya adalah basa ditambah indicator pp. Awalnya kedua larutan tersebut masing-masing tak berwarna. Setelah keduanya dicampur, maka larutan berubah menjadi merah muda (pink). Perubahan warna inilah yang menunjukkan adanya reaksi kimia.
Kalau kita mau mencoba praktik di rumah, tentu tidak perlu menggunakan indikator pp dan larutan basa. Kedua bahan tersebut bisa kita substitusi dengan air sabun dan kunyit. Kunyit berwarna kuning. Bila kunyit kita masukkan ke dalam air sabun maka warna kunyit berubah menjadi merah. Nah, gampang kan?
Biasanya kalau kita merasa mempelajari atau memraktikkan sesuatu dengan mudah maka kita akan senang dengan pekerjaan itu. Jadi kalau kimia itu gampang, kita akan senang belajar kimia. Tentu saja karena kimia itu memang menyenangkan.
Ketika kelas satu, saat pelajaran PKK ada materi pembuatan telur asin dan tape. Membuat telur asin, merupakan salah satu contoh perubahan fisika. Sedangkan pembuatan tape, merupakan contoh perubahan kimia. Memangnya ada apa dengan tape, kok peristiwanya dinamakan perubahan kimia atau reaksi kimia?
Tape adalah makanan dengan bahan dasar singkong (tape singkong). Dengan proses peragian, maka karbohidrat dalam singkong berubah menjadi alkohol. Karena ada perubahan sifat secara permanen inilah maka pembuatan tape/peragian digolongkan perubahan kimia.
Belajar kimia di dalam ruangan kelas dengan setumpuk buku pasti membuat kening kita berkerut dan kita merasa bosan. Kalau tempat belajar kita pindah ke tempat pembuatan pupuk, tahu, tempe, tape, ke Badan Atom Tenaga Nuklir, pasti kita semangat. Mengapa demikian? Karena kita belajar dengan cara yang menyenangkan.
Jangan ragu-ragu untuk belajar kimia. Kimia itu menyenangkan, kalau kita belum juga senang belajar kimia ya belajar kimia dengan terpaksa terlebih dahulu. Awalnya terpaksa belajar kimia, lalu membiasakan diri belajar kimia akhirnya senang belajar kimia. Kalau sudah tahu ilmunya saya yakin Anda pasti senang belajar kimia.
Senang belajar kimia membuat kita bisa menguasai kimia. Tidak ada ruginya senang belajar kimia. Sekali lagi, kimia itu bukan hanya di buku teks. Kimia itu bisa kita pelajari dari mana saja.
Kimia, cabang ilmunya bermacam-macam. Ada kimia industry, tekstil, pangan, farmasi, kimia lingkungan dan lain-lain. Masing-masing, yang dipelajari tidak sama. Misalnya sekarang disuruh untuk memilih, saya akan memilih kimia pangan. Lumayan kan bisa icip-icip.
Tapi saya sudah tidak bisa memilih karena memang dulu semua harus dipelajari. Ketika SMA, semua materi kimia harus dipelajari. Ketika kuliah, mata kuliahnya kan berupa paket bukan pilihan, jadi semua harus diikuti. Meskipun materi yang harus dipelajari banyak tapi tetap saja kimia itu menyenangkan.
Saya selalu memberikan motivasi ke anak didik/siswa saya untuk belajar kimia dengan senang hati. Lantas bagaimana dengan anak saya sendiri? Apakah dia juga menganggap kimia itu menyenangkan? Ternyata berbeda pendapat antara saya dan anak saya. Menurut anak saya, kimia itu sulit dan tidak terlalu menyenangkan. Setelah saya ajak bicara santai, alasannya karena gurunya. Ya sudah, saya tidak bisa memaksa padanya untuk mengatakan bahwa kimia itu menyenangkan.
Karanganyar, 1 April 2017     

Sumber tulisan Noer Ima Kaltsum di: