Selasa, 11 April 2017

PENULIS BERTUGAS MENGEDIT TULISAN


Kopdar IIDN Solo  pada hari Ahad, 9 April 2017 bertempat di Rumah Joglo, Makam Haji, dihadiri oleh 27 anggota IIDN Solo Raya. Kopdar kali ini memperkenalkan beberapa anggota baru. Anggota IIDN Solo Raya yang termuda adalah Zata kelas 6 SD (jelas belum Ibu-ibu dong).

Pada kopdar kali ini materi yang dibahas adalah mengedit tulisan.

Kita sering mendengar/membaca tulisan bahwa seorang penulis juga merupakan pembaca. Orang yang suka menulis tentu suka membaca. Dengan membaca, penulis tidak akan kehilangan ide. Dengan membaca, penulis tidak akan menulis sembarang tulisan tanpa dasar. Penulis yang baik akan mempertanggungjawabkan semua yang ditulisnya. Kritik, saran dan masukan dari pembaca, sangat dibutuhkan penulis.

Sebelum menayangkan sebuah tulisan, sebaiknya tulisan yang sudah jadi, diendapkan terlebih dahulu. Setelah diendapkan barang sehari, tulisan dibaca kembali. Penulis membaca kembali tulisannya yang sudah selesai. Dalam hal ini, penulis bertindak sebagai pembaca, bukan sebagai seorang penulis. Tujuan membaca kembali tulisan yang sudah dibuat adalah untuk mengedit tulisan.

Seorang pembaca biasanya sangat kritis. Pembaca akan menemukan tulisan-tulisan yang perlu diperbaiki walaupun bukan keseluruhan tulisan. Pembaca akan menilai sebuah tulisan secara obyektif. Meskipun tulisan yang diedit adalah tulisannya sendiri, tetapi pembaca yang baik akan menilai apa adanya suatu tulisan. Baik akan dikatakan baik, kurang juga akan dikatakan kurang.

Pembaca bertugas mengedit tulisan. Oleh karena tulisan yang dibaca adalah tulisan sendiri maka sudah semestinya seorang penulis memiliki tugas mengedit tulisannya sendiri. 

Ternyata mengedit tulisan adalah pekerjaan yang menyenangkan. Kita akan lebih tahu kekurangan kita. Mungkin kita akan menemukan kesalahan pada tanda baca, kata baku, kalimat tidak efektif dan korelasi antara kalimat satu dengan kalimat yang lain. Penulis juga akan menemukan kalimat/kata yang janggal dalam suatu tulisan, konsistensi penulisan juga dapat penulis temukan (misalnya: penggunaan kata ganti aku, saya).

Sebagai seorang penulis, kita memiliki kewajiban untuk membuat tulisan yang berkualitas. Tulisan yang berkualitas akan dapat kita buat seandainya kita banyak membaca. Dengan banyak membaca tulisan, buku atau karya orang lain, kita akan menemukan gaya tulisan kita sendiri. Kalau kita membuat tulisan sendiri, tidak sekadar copy paste, maka gaya tulisan yang terbentuk adalah gaya tulisan kita sendiri.

Penulis bisa mempelajari penulisan sambil membuat tulisan. Penulis memerlukan pedoman agar dapat membuat tulisan yang baik. Minimal ada 2 buku yang wajib dimiliki seorang penulis yang berkaitan dengan tugas penulis sebagai editor. Dua buku tersebut adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia dan buku pedoman Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

Penulis dapat mengedit tulisannya sendiri. Namun, penulis harus bisa secara obyektif menilai tulisannya sendiri. Jangan sampai merasa tulisannya sudah baik dan tidak perlu diedit. Sebaik-baik tulisan kita, tetap perlu diedit terlebih dahulu.

Sebagian dari penulis, karena dikejar deadline maka tidak memiliki waktu untuk mengedit. Penulis memang berhasil menyelesaikan tulisan, tetapi belum tentu tulisan tersebut adalah hasil karya yang terbaik. Hal ini sering terjadi ketika penulis mengikuti lomba. Karena DL mendesak, jadilah tulisan apa adanya tanpa polesan sana sini.

Oleh sebab itu, untuk mendapatkan tulisan yang baik, sebaiknya jangan tergesa-gesa untuk menyelesaikan tulisan. Nikmati proses menulis, lalu endapkan hasil tulisan selama sehari. Ketika kita mengedit tulisan rasakan sensasinya. Penulis memiliki kewajiban untuk mengedit tulisannya. Apapun tulisannya harus diedit.

Kopdar kali ini sangat seru, berbagi ilmu berbagi pengetahuan.

Karanganyar, 11 April 2017

Sumber tulisan : Tulisan Noer Ima Kaltsum dengan alamat: 

http://www.soloensis.com/11/04/2017/penulis-bertugas-mengedit-tulisan-1774.html