Kamis, 20 Juli 2017

Menabung Setengah Gram Emas Secara Rutin Solusi Masalah Keuangan

 
Nabung emas di pegadaian
Hari Ahad, 16 Juli 2017 IIDN Solo mengadakan Kopdar dengan agenda khusus membicarakan atau berbagi, diskusi tentang menejemen keuangan keluarga. Kopdar kali ini bertempat di rumah mbak Candra. Nah, untuk nara sumber dipilih mbak Nurul Chomaria. Kebetulan mbak Nurul pernah menerbitkan buku yang ada kaitannya dengan menejemen keuangan keluarga muslim. Jadi, pas banget rasanya.

Banyak ilmu dan pengalaman yang dibagikan dalam kopdar kali ini. Akan tetapi, saya akan mengambil salah satu di antara materi yang disampaikan, yaitu menabung. Setiap keluarga sebaiknya menyisihkan sebagian hartanya untuk ditabung. Menabung, bukan lagi karena terpaksa. Sebenarnya kita membutuhkan tabungan. Dana tabungan ini  bisa kita gunakan pada keadaan darurat.

Dari beberapa penjelasan mbak Nurul tentang menabung, saya tertarik untuk menulis menabung emas. Lebih spesifik lagi yang akan saya sampaikan adalah tabungan berupa emas dan cara menabung emas. Mengapa saya tertarik untuk menulis lagi tentang tabungan emas? Ternyata memang banyak orang yang tertarik untuk menabung emas, tetapi belum tahu apa yang harus dilakukan. Sebabnya adalah sebagian orang membayangkan menabung emas harus mengeluarkan dana yang besar. Karena ada sesi Tanya jawab dan berbagi pengalaman mentang menabung emas, maka tulisan ini merupakan rangkuman diskusi selama kopdar berlangsung.

Ada pertanyaan, bagaiamana cara menabung emas dengan dana terbatas? Ada solusi bagi mereka yang akan menabung emas tapi dananya terbatas, caranya menabunglah di pegadaian. Menabung emas di pegadaian, tidak perlu dengan dana yang banyak. Dengan minimal enam ribuan, kita sudah bisa menabung emas. Atau, dengan uang lima puluh ribu perbulan secara konsisten, kita bisa memiliki emas. Tentu saja uang lima puluh ribu per bulan tidak memberatkan kita untuk menabung. Hanya saja, kalau menabung emas di pegadaian, kita tidak serta merta langsung membawa pulang emas fisik. Seandainya kita menginginkan emas fisik, kita bisa mencetak terlebih dahulu (kita harus membayar ongkos cetak)

Kalau kita tidak mau repot menabung emas di pegadaian, tetapi dana kita terbatas, tetap saja bisa kita lakukan. Caranya kita kumpulkan sejumlah tertentu uang (menabung uang di rumah saja, soalnya kalau di bank ada biaya administrasi). Kalau uang sudah terkumpul (kita sudah tahu harga emas di pasaran), kita bisa membeli emas dengan berat seperempat gram, setengah gram, satu gram dan seterusnya. Hanya saja, kalau kita membeli emas di toko emas berupa perhiasan, akan dikenakan biaya pembuatan.

Saya sendiri memiliki tabungan emas di pegadaian (tidak secara fisik) dengan kadar 24 karat dan emas fisik (perhiasan) beberapa gram saja. Saya tertarik menabung emas karena menabung emas dalam jangka panjang justeru menguntungkan. Pengalaman orang tua yang menabung emas beberapa waktu yang lalu saya jadikan contoh.

Kembali pada pembahasan Mbak Nurul tentang menabung. Mbak Nurul memberi contoh seorang siswa yang mengumpulkan uang saku lalu dibelikan emas setengah gram. Setiap uang saku sudah terkumpul dan bisa dibelikan emas setengah gram, maka segera dibelikan emas. Dalam kurun waktu tertentu, tak terasa emas yang terkumpul jumlahnya banyak dan harganya terus meningkat. Hasilnya, tabungannya sangat berarti di saat ada kebutuhan mendesak.

Kadang-kadang kita memiliki suatu keinginan. Tapi keinginan tersebut tidak pernah terwujud karena ketidaktahuan kita atau terbatasnya pengetahuan kita. Kita memerlukan ilmu dari orang lain. Berkomunikasi dengan orang lain menambah pengetahuan dan wawasan. Dengan komunikasi, kita bisa memecahkan masalah, bisa mewujudkan mimpi, keinginan dan cita-cita kita.

Pada saat sekarang, menabung merupakan kebutuhan kita. Menabunglah mulai sekarang juga, jangan tunda-tunda lagi. Silakan pilih sendiri, mau menabung uang, barang, property, tanah,  perhiasan atau emas. Memang, sebaiknya kita memiliki tabungan emas meskipun membelinya hanya setengah gram- setengah gram.

Ternyata, topik tabungan ini sangat menarik perhatian anggota IIDN Solo. Buktinya mereka sangat antusias menyimak penjelasan Mbak Nurul dan ada Tanya jawab yang sangat seru. Bagi saya ilmu bisa dicari di mana saja dan ilmu baru menejemen keuangan keluarga ini sangat bermanfaat bagi saya. Terima kasih saya ucapkan pada mbak Nurul yang sudah meluangkan waktu mengisi acara kopdar IIDN Solo. Semoga yang panjenegan (mbak Nurul) sampaikan menjadi amal jariyah dan Insya Allah bermanfaat. 

Akhirnya, tulisan ini harus segera saya akhiri dahulu. Kalau membicarakan tabungan emas, rasanya tak ada habisnya.


Karanganyar, 20 Juli 2017