Minggu, 17 September 2017

Keberhasilan Imunisasi MR di Kecamatan Tasikmadu



Seperti di kota lainnya, Kabupaten Karanganyar juga melaksanakan imunisasi MR dengan sasaran anak berusia 9 bulan sampai 15 tahun. Untuk memudahkan pelaksanaan imunisasi MR, target terpenuhi dan sasaran tepat maka tiap kecamatan ada petugasnya. Di Kecamatan Tasikmadu, petugas yang melaksanakan imunisasi MR adalah para pegawai yang bekerja di Puskesmas Tasikmadu.

Tentu saja harus ada kerja sama antara petugas imunisasi dengan pihak-pihak terkait agar pelaksanaan imunisasi MR berjalan dengan lancar. Oleh karena sasaran imunisasi MR ini adalah anak berusia 9 bulan sampai 15 tahun, maka imunisasi dilaksanakan di Posyandu, Puskesmas, sekolah-sekolah (dari TK sampai SMP, termasuk sanggar PKBM), PAUD, dan pesantren (kalau ada yang belum saya sebutkan, sumangga lebih diperinci lagi).

Petugas dari puskesmas, para kader Posyandu, guru-guru dan lain-lain memberikan penjelasan tentang imunisasi MR kepada anak-anak dan orang tua. Penjelasan ini tentang apakah imunisasi MR itu, tujuan dilaksanakannya imunisasi MR, dan efek samping dari imunisasi. Lebih jelasnya, petugas sudah diberi pembekalan terlebih dahulu.

Kabupaten Karanganyar menargetkan keberhasilan imunisasi MR ini mencapai 95 persen.Di Kecamatan Tasikmadu sampai tanggal 14 September 2017, dilaporkan bahwa pelaksanaan imunisasi MR sudah mencapai 92,5 persen. Pelaksanaan imunisasi ini dijadwalkan selesai hingga akhir  bulan September. Tanggal 14 dan 15 September masih ada 2 titik yang akan melaksanakan imunisasi MR. Diharapkan, dari 2 titik ini nanti target pencapaian 95% dapat terlampaui.

Dalam pelaksanaan imunisasi ini, ada beberapa anak yang menolak dengan berbagai alasan. Menolak dengan alasan tidak mau disuntik (takut), ada orang tua yang menolak anaknya diimunisasi dengan alasan tertentu, anak benar-benar dalam keadaan sakit, dan pihak pesantren tidak memberikan akses bagi petugas untuk melaksanakan imunisasi MR. Para petugas terus saja memberikan edukasi dengan pendekatan persuasive. Dengan pendekatan ini, diharapkan anak/orang tua mau anaknya diimunisasi. Apabila sudah diedukasi tetap saja ada penolakan, petugas tidak akan memaksa.

Ketika saya mengikuti evaluasi pelaksanaan imunisasi MR di UPT Puskesmas Tasikmadu, Alhamdulillah Bapak dr Ibnu Ridwan memberikan keterangan yang panjang lebar dan jelas. Para undangan yang terdiri dari guru, kader Posyandu, Kepala Sekolah, Kapolsek, Bapak Camat, dan petugas dari Puskesmas, semua bekerja sama agar target keberhasilan dapat tercapai.

Dengan tercapainya target 95% anak sudah diimunisasi, diharapkan anak-anak keluarga besar Kecamatan Tasikmadu tidak terjangkit virus campak dan rubella. Seandainya ada anak yang sudah divaksin, tapi tetap terjangkit campak dan rubella, harapannya keadaannya tidak terlalu parah dan tidak menular ke anak yang lain.

Bagaimana dengan anak yang usianya 15 tahun tetapi sudah SMA dan anak yang putus sekolah? Para petugas Puskesmas, guru, elemen masyarakat, akan mendata anak-anak yang berusia 15 tahun ini lalu akan diimunisasi di tempat dan pada waktu yang telah ditentukan.

Sekali lagi, petugas akan mendata kembali anak-anak yang belum diimunisasi lalu anak akan diimunisasi sesuai jadwal yang telah ditentukan. Jadwal dan tempat ini ditentukan karena berkaitan dengan efisiensi. Petugas lebih efisien dalam melaksanakan tugas, dan vaksin yang telah dibuka bisa digunakan untuk beberapa anak sekaligus. Perlu diketahui, harga vaksin MR ini cukup mahal dan diberikan kepada masyarakat secara gratis. Vaksin dalam botol ini sekali dibuka harus habis dan tidak bisa disimpam untuk digunakan pada waktu yang lain.

Saya berharap anak-anak di Kecamatan Tasikmadu dan anak-anak yang berada di Kabupaten Karanganyar telah diimunisasi MR. Dengan imunisasi MR ini, anak-anak semakin sehat dan tidak kena virus campak dan rubella.


Semoga bermanfaat.