Sabtu, 30 September 2017

Menanam Sawi Hijau Dalam Pot



Siapa menanam, memanen. Benar juga. Kalau ada yang protes, saya nggak nanam tapi juga ikut panen atau menikmati panenan, itu lain soal. Kalau kita berniat menanam sayuran, meski di lahan yang sempit, Insya Allah akan memanen hasilnya.

Kalau lahan kita terbatas, tidak ada halaman, atau halaman tidak terlalu luas, ada  cara menanam yang praktis dan efisien. Cara menanam tanaman/sayuran di lahan sempit dengan cara menanam di dalam pot. Pot yang dimaksud di sini dalam arti luas. Pot tidak melulu pot yang hanya diperjualbelikan saja. Kita bisa memanfaatkan barang bekas. Misalnya kaleng bekas, wadah cat, plastic isi ulang minyak, plastic deterjen, botol air kemasan dan lain-lain.

Untuk sayuran yang berumur pendek, bisa kita gunakan wadah yang tidak terlalu besar. Intinya, ukuran pot atau wadah disesuaikan dengan jenis sayuran yang kita tanam.

Dahulu, kalau menanam sayuran, saya harus memberikan plastic di atas tanah. Plastic tersebut diberi lubang untuk tempat sayuran. Dengan demikian, sayuran aman dari gulma dan mudah merawatnya. Hanya saja untuk menanam sayuran langsung di kebun, saya harus banyak meluangkan waktu dan biaya yang harus saya keluarkan tidak sedikit.

Oleh karena kegiatan saya nanam sayuran kali ini hanya untuk membuang rasa jenuh tapi tetap positif, maka saya pilih nanam sayuran di pot saja. Bila kemarin saya sudah menuliskan menanam daun bawang alias loncang, kali ini sayurannya adalah sawi hijau.

Sawi hijau, biasa dimasak untuk mie ayam, mie rebus (dan goreng), capcay, oseng-oseng dan lain-lain. Sawi hijau berumur pendek, dan kalau digunakan untuk usaha pertanian, ini sangat menguntungkan. Sawi hijau banyak dibutuhkan. Selain untuk memasak, sawi hijau juga bisa bigunakan untuk pakan selingan, khususnya unggas.

Sebaiknya, bila kita bisa menanam sayuran umur pendek, maka lakukan dengan suka cita. Apa yang kita lakukan dengan senang hati dan ikhlas, pasti kita bisa memetik hasilnya dengan perasaan puas.

Menanam sayuran, tidak harus langsung dari bijinya. Kita bisa menanam pangkal tanaman. Potong beberapa cm dari pangkal tanaman lalu tanamlah dalam pot. Siram dengan air secukupnya. Kalau akan memberikan pupuk, berikan pupuk alami, misalnya kompos atau pupuk kandang. Pemakaian pupuk alami, tujuannya agar tidak ada residu berbahaya atau beracun yang kita konsumsi.

Pengalaman menanam sayuran beberapa waktu yang silam untuk menambah uang dapur, membuat saya bertambah ilmu. Dalam menanam sayuran, tidak asal menanam begitu saja. Oleh karena tujuan saya untuk komersial, maka saya benar-benar menghitung pemasukan dan pengeluaran. Ternyata sawi hijau sangat menguntungkan!

Yang ingin mencoba menanam sayuran umur pendek, silakan action sekarang juga. Semoga tulisan dan ajakan saya ini bermanfaat. Terima kasih sudah bersedia mampir ke blog saya, www.noerimakaltsum.com, si petani sayuran (dulu).

Karanganyar, 30 September 2017