Selasa, 12 September 2017

Menikmati Alpukat dari Halaman Rumah Sendiri


Kebiasaan suami adalah mencoba menanam biji-bijian atau mencangkok. Apa yang dilakukan bukan iseng-iseng, tapi benar-benar ingin mengetahui hasil percobaannya. Ketika panen rambutan dan banyak biji rambutan yang dibuang begitu saja, suami memungut biji rambutan lalu menanamnya. Beberapa biji tersebut menjadi benih. Demikian juga dengan biji mangga.
Beberapa waktu yang lalu, saya lupa tepatnya kapan, suami menanam biji alpukat. Setiap hari disiram, akhirnya pohon alpukat tersebut berbuah. Bagi saya, ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Mengapa demikian? Ketika menanam pohon mangga, baru lima tahun kemudian pohon tersebut berbuah. Itu pun buahnya tidak banyak.
Demikian juga dengan pohon jambu dan rambutan. Waktu berbuah pertama kali, biasanya jumlahnya sedikit. Akan tetapi sangat berbeda dengan pohon alpukat. Sekalinya berbuah, cukup lumayan jumlahnya. Beberapa hari yang lalu, ada alpukat yang sudah masak. Rasanya manis dan teksturnya pulen.
Alhamdulillah, semua yang ada di dalam tanah bisa tumbuh dan berkembang. Alhamdulillah, yang sudah tumbuh dan berkembang, hasilnya bisa dinikmati. Maka, nikmat manakah yang kamu dustakan?
Bukan hanya alpukat, musim buah ini, mangga dan rambutan sudah kelihatan buah kecilnya. Semoga pohon-pohon yang ada di sekitar rumah saya berbuah dengan lebat.

Karanganyar, 12 September 2017