Minggu, 08 Oktober 2017

LEBIH BAIK TERLAMBAT DARIPADA TIDAK SAMA SEKALI

           Bulan Mei adalah bulan bekerja keras. Bulan untuk memromosikan sekolah tempat aku mengajar ke SMP/MTs. Agar sekolah yang kami tuju siswanya tertarik masuk sekolah tempat aku mengajar. Dari sini aku mendapat tantangan untuk menjual diri. Menjual kemampuanku di bidang tulis-menulis. Sebenarnya dunia tulis-menulis sudah aku mulai sejak SMA kelas 2.
Lulus SMA aku juga sering menulis. Ada dua buah dongeng anak yang sempat dimuat di Koran Kedaulatan Rakyat Hari Minggu. Setelah vakum beberapa tahun, aku mulai menulis lagi. Kali ini karena di rumah ada fasilitas laptop dan internet, aku tidak mengalami kesulitan untuk mengirim karya. Mengirim tulisan melalui email lebih praktis dan lebih irit.
Setelah satu tahun buku yang kubuat secara indie jadi tapi belum aku publikasikan, aku berniat untuk membagi-bagikan ke sekolah SMP/MTs. Promosi sekolah sekaligus promosi buku. Akan tetapi buku yang aku buat tidak aku jual, melainkan aku bagi secara gratis. Semoga bisa bermanfaat. Selain itu saya berniat untuk membagikan ke masjid-masjid terdekat.
Keinginan membuat buku ini setelah mendapat motivasi dari beberapa buku yang pernah aku baca. Tulisan-tulisan mereka yang memberi semangat kepada kita untuk meninggalkan jejak sejarah. Ilmu yang sempat kita peroleh kita bukukan melalui tulisan. Tulisan kita dibaca orang lain, tentu lebih bermanfaat. Bila ilmu kita tidak kita tulis lagi, mungkin ada yang hilang dengan percuma.
Sebenarnya sudah ada beberapa draf buku yang aku buat. Bahkan kumpulan cerpen anak yang aku miliki juga bisa aku buat buku. Sebagian cerpen anak itu pernah dimuat di media massa. Walaupun mungkin terkesan terlambat membuat buku. Bagiku lebih baik terlambat menerbitkan buku daripada tidak sama sekali. Semoga apa yang pernah aku peroleh selama ini bisa bermanfaat bagi orang lain melalui tulisan. Tulisan yang sudah dikemas dalam bentuk buku. Amin.