Senin, 16 Oktober 2017

Pagi Yang Repot

Sudah bangun kesiangan, si kecil masih ogah-ogahan. 
Meski semalam segalanya sudah dipersiapkan, tetap saja waktu terasa sempit. 
Sarapan ala kadarnya, bekal tak sesuai harapan. 
Sudah dandan rapi, tinggal berangkat. 
Sang Ayah buru-buru karena menyiapkan untuk siswa jam pertama.

Keluar dari rumah, belum ada 5 menit, kembali lagi. 
Ternyata dompet sang Ayah ketinggalan. 
Setelah mengantar si kecil, sang Ayah menuju sekolah. 
Jam pertama tidak upacara. 
Sang Ayah sadar, masih ada benda yang tertinggal.
 Kaos olahraga dan training. 
Waktu tidak memungkinkan untuk kembali ke rumah. 
Jam pertama diisi brifing.

Brifing selesai, seorang teman menyodorkan tas mungil.
“Dari Ibunya anak-anak, Pak.”
Masya Allah, meski pagi selalu repot, 
istri selalu bisa bergerak cepat dan memberikan solusi. 
Seperti pagi sebelumnya, pagi ini adalah pagi yang repot, 
tapi semua berjalan baik-baik saja