Jumat, 13 Oktober 2017

TIPS AGAR ILMU BERTAMBAH SETELAH MEMBACA BUKU



Menulis dan membaca adalah kegemaran saya sejak dulu, sejak saya masih sekolah. Dahulu, saya suka kalau setelah membaca lalu meringkas suatu materi. Jadi, untuk memahami sesuatu, saya perlu membaca dengan cara diulang lalu menulis bagian-bagian yang penting.

Mempelajari materi pelajaran, kalau sifatnya teori bukan menerapkan rumus atau aplikasi, saya cukup membaca berulang-ulang. Berbeda kalau materi yang kita pelajari berkaitan dengan penerapan rumus, hitungan atau reaksi kimia. Untuk yang satu ini jelas saya tidak mungkin cukup membaca saja. Tangan saya tidak mungkin diam, pasti butuh coret-coret.

Setelah tidak sekolah/kuliah, kini kegiatan membaca tetap saya lakukan. Membaca sangat bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan dan menambah wawasan. Bila dulu membaca dengan target, sekarang tidak perlu target pencapaian.

Pada saat membaca, biasanya saya menyediakan buku untuk menulis sesuatu yang perlu dan penting. Bila saya membaca buku, maka saya memiliki tugas untuk meringkas. Kalau hanya membaca artikel, cukup point yang penting saja yang saya tuliskan.

Kini, setelah membaca buku, saya juga akan membuat ringkasan lalu saya posting di blog. Dengan demikian, apa yang saya baca bisa saya sampaikan kepada orang lain. Dengan kata lain, saya mendapatkan ilmu lalu ilmu tersebut saya sebarkan/teruskan lagi agar orang lain juga mendapatkan ilmu yang baru.

Selain membuat ringkasan, saya juga belajar meresensi sebuah buku. Untuk membuat resensi, saya harus berkonsentrasi. Saya tidak asal menulis sebab kalau yang saya tulis tidak mewakili isi buku tersebut, berarti saya tidak menyebarkan manfaat.

Dengan membuat ringkasan dan membuat resensi, bisa kita gunakan saat kita akan menulis buku. Kita bisa menggunakan referensi  (tulisan/buku orang lain lalu dicantumkan sumber bacaannya) untuk pembuatan buku.

Apabila buku yang kita baca tebal, kita bisa mencicil dalam membuat ringkasannya. Kita tidak harus membuat ringkasan sekali jadi. Seandainya kita bisa membuat ringkasan buku tebal dalam satu waktu, ya boleh-boleh saja. Namun, bila dilihat dari segi kualitas tulisan, kita akan mendapatkan tulisan yang baik bila kita mencicil menulis ringkasan.

Lain saya, lain pembaca. Kalau pembaca ada yang bisa membuat ringkasan/resensi yang baik dengan menulis sekali jadi, ya silakan. Semua sangat tergantung dari niat, semangat dan mood kita.

Bila Anda selama ini suka membaca tetapi  belum menulis ringkasan atau resensi, silakan Anda mencoba sesuatu yang baru di luar kebiasaan. Percayalah, ilmu itu harus diikat agar tidak lari ke mana-mana. Mengikat ilmu dengan menulis. Kalau sudah membaca maka menulislah. Kalau sudah membaca buku maka tulislah resensi atau meringkas tulisan.


Semoga tulisan sederhana ini bisa bermanfaat. #kahfinoer