Selasa, 05 Desember 2017

Mengawal Anak Berwirausaha

Poster
dokumen Faiq

 Selama ini, saya membiarkan anak perempuan saya menjalankan aktifitas yang bermanfaat baginya. Saya tidak banyak melarang kegiatannya. Asal positif, selalu saya dukung kegiatannya. Termasuk ketika anak gadis saya terjun menggeluti dodolan online. Bagi saya,  dukungan orang tua terhadap usaha anaknya adalah sesuatu yang sangat diharapkan anak.

Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan wirausaha ini, saya tidak perlu mengajarinya/memaksa anak untuk menuruti keinginan saya. Saya menganggap hal ini adalah kemajuan yang sangat berarti.

Beberapa waktu yang lalu, saya sering menunggui Dhenok yang “dolan di Telkom” untuk berselancar. Biasanya dia mengunduh lagu/video korea, K-Pop. Setelah bosan lalu dihapus.  Sekarang, Dhenok bisa jual beli album Korea lewat online. Bahagia rasanya, meski labanya tak seberapa. Ternyata memang ada masanya anak suka dolan, ada masanya mandiri.

Dari dodolan secara online ini, saya tidak lagi khawatir Dhenok dolan ke mana-mana. Dasarnya Dhenok juga tidak suka kluyuran. Sekali tempo dolan bersama teman akrabnya/karibnya, bagi saya tidak masalah.

Anak memang harus didukung untuk melakukan hal positif. Kalau kegiatan tersebut sudah berjalan, orang tua tetap harus mengawal. Jangan biarkan anak berjalan sendiri dan berusaha sendiri tanpa arah. Apapun hasilnya, hargailah usahanya.

Saya tidak akan membiarkan anak saya berjuang sendiri. Sebagai orang tua, saya harus memberikan dukungan secara moral dan finansial. Tentu saja saya telah menyiapkan sedikit dana yang dibutuhkan sebagai modal awal.

Ayo dukung dan kawal terus ketika anak berwirausaha!

Karanganyar, 5 Desember 2017