Kamis, 04 Januari 2018

Cara Mengelola Stres

Dua hari ini kepala saya terasa berat. Hal semacam ini sering terjadi pada saya. Penyebabnya adalah tekanan batin, tekanan mental dan stres.

Sebelumnya, saya mohon maaf, saya bukan bermaksud untuk curhat. Bukan, bukan itu maksud saya. Kalau ada yang bilang kalau ada masalah, serahkan dan curhat pada Allah, jangan di medsos. Saya acungi jempol kalau ada orang dan banyak orang bisa melakukan seperti. Mungkin saya termasuk orang yang tidak bisa memendam masalah, tidak bisa mengurai tekanan mental, tekanan batin dan stres. 

Diintimidasi, difitnah di dalam ruangan dan disaksikan beberapa orang yang seharusnya tidak boleh mengetahui urusan saya membuat saya tidak nyaman. Kuping saya terasa panas, kepala saya menjadi berat, tangan saya mengepal, saya harus marah tapi saya diam. Saya tidak diberi kesempatan untuk meluruskan berita yang tidak benar. Saya tidak diberi kesempatan untuk mengatakan: maaf itu fitnah.

Rasanya kemarahan saya berada di ubun-ubun dan tinggal mengeluarkan. Kalau sampai di rumah, masih patut dan tidak dicurigai, mungkin saya akan berteriak kerasssss di belakang rumah di sawah disaksikan burung yang terbang. Tapi bisa jadi orang-orang yang sedang di sawah menyebut saya lagi kurang satu ons. 

Saya akan mengambil air wudhu, shalat, curhat pada Allah sambil mengeluarkan air mata, menangis sepuasnya. Kedua, saya akan bercerita pada suami atas apa yang terjadi pada saya dan sejak awal saya bilang pada suami,"Ayah cukup mendengarkan. Tidak perlu berkomentar. Berilah penilaian kalau aku sudah selesai bicara. Sing waras sapa, sing edan sapa?" Mungkin itu saya lakukan agar suami juga tahu keadaan saya di sekolah dan di rumah tetap akan baik-baik saja meskipun mendapat tekanan yang hebat, dan diintimidasi.

Beratkah masalah yang saya hadapi? Mungkin orang lain akan mengatakan tidak. Hanya selama 2,5 tahun diintimidasi dan difitnah tapi tidak boleh membela diri. Kok masih bertahan? Saya punya Allah. Saya kuat karena ada Allah, ada suami dan anak-anak, ada teman-teman yang mau mendengarkan dan memberi solusi. Itu saja. 

Begitulah saya mengelola stres. Saya ceritakan semua pada Allah, pada suami, pada orang-orang yang percaya pada saya. Sebagai manusia tentunya sangat manusiawi kalau bercerita pada orang lain. Alhamdulillah apa yang saya ceritakan jujur apa adanya.Saya tidak mau berbohong.

Teman-teman saya bilang,"panjenengan kudu kuat!" Padahal badan saya tidak terlalu besar.

Karanganyar, 4 Januari 2018
Alhamdulillah sudah nyaman dan bisa konsentrasi