Senin, 01 Januari 2018

Kerugian Menunda Pekerjaan


Siapa yang masih sering menunda pekerjaan? Ayo, silakan ngacung! Mari kita tinggalkan kebiasaan pada tahun 2017 yang merugikan ini. Tahun baru 2018 ini, tentu saja kita harus lebih baik dari tahun kemarin.

Siapapun kamu yang suka menunda pekerjaan, mari kita benahi dan lakukan yang terbaik. Sebenarnya, menunda pekerjaan itu yang akan mengalami kerugian kita sendiri. Contoh: kita menunda mencuci pakaian dan lebih mementingkan membuka-buka gadget padahal tak ada sesuatu yang penting. Setelah selesai membuka gadget, kita baru sadar kalau pakaian kotor yang menumpuk belum kita cuci.

Tiba-tiba listrik mati dan air PAM keluar dengan debit kecil alias ithir-ithir. Padahal kita biasa mengandalkan mesin cuci dan air dalam tandon persediaannya tinggal sedikit. Nah, waktu kita jadi terbuang sia-sia.

Contoh yang kedua, menunda menulis. Bagi penulis yang sering menunda menulis, maka mulai sekarang ubahlah kebiasaan buruk ini. Kalau mau menulis, ya langsung menulis saja. Jangan menunda-nunda waktu. Kerjakan atau buatlah tulisan sampai selesai. Setelah itu endapkan barang beberapa saat.  Kalau ada waktu maka editlah tulisan yang sudah jadi tersebut. Itu akan lebih baik daripada kalimat nanti saja ah, tanggung nih.

Kalau listriknya sedang mati, tulislah kerangka pikirannya dahulu atau kata kuncinya supaya saat kita benar-benar akan memulai menulis, semua tinggal dituangkan. Kalau kebiasaan menunda menulis ini masih dipelihara, sukses tidak akan menghampiri kita.

Pekerjaan lain yang sering ditunda pengerjaannya adalah membersihkan rumah. Yuk, kerjakan mulai dari satu ruang/kamar terlebih dahulu sampai selesai. Kalau sudah selesai maka kita bisa pindah ke ruang yang lain.

Bagi yang memiliki halaman rumah luas, maka segera bersihkan rumput yang sudah mulai tinggi. Mungkin kita tidak bisa membersihkan sekaligus, perlu waktu beberapa hari. Hal semacam itu tidak ada masalah, yang penting dilakukan secara rutin. Kalau melihat rumput di halaman sudah tinggi dan subur, jangan pernah ada kata malas dan menunda membersihkan. Kadang kita melihat rumput yang sudah tinggi, lantas memastikan kalau rumput sulit untuk dibersihkan. Ah, salah kalau punya pendapat seperti itu.

Coba saja, ambil pisau yang tajam (hanya untuk berjaga-jaga saja). Mulailah untuk mencabut rumput-rumput tersebut. Sekarang musim penghujan jadi tanahnya tidak terlalu padat alias tanahnya gembur. Rumput dengan mudah dicabut. Kalau ada yang sulit dicabut maka gunakan pisau untuk mengambil akarnya dengan cara tusukkan ujung pisau ke dalam tanah. Prinsipnya cabutlah rumput sedikit demi sedikit dan jangan mudah menyerah. Lakukan sekarang dan jangan menunda-nunda.  (Nggak usah iri hati kalau lihat rumput tetangga lebih hijau, #eh salah)

Kalau kita malas membersihkan rumput, maka rumput akan semakin tinggi dan halaman rumah tidak bersih seperti tidak terawat. Kalau kita tidak segera membersihkan rumah, maka berada di rumah kita juga tidak akan merasa nyaman dan gampang marah. Kalau kita tidak segera mencuci pakaian, jelas akan membuat masalah (dengan tikus). Kalau kita tidak segera menyeterika pakaian, tentu pakaian kita tidak akan rapi.

Ayolah, tahun 2018 ini kita mulai sesuatu yang lebih baik. Jangan menunda pekerjaan, lakukan sekarang juga.

Karanganyar, 1 Januari 2018