Rabu, 17 Januari 2018

KLARIFIKASI DULU SEBELUM BERTINDAK


Kalau tulisan kita tidak diterima, gimana dong? Ya nggak gimana-gimana. Tugas penulis kan nulis. Kalau ternyata sana-sini ada yang tidak sependapat, ngeyel, ya dibiarkan saja. Kadang-kadang, tulisan kita kan nggak sengaja menyinggung orang lain padahal sumpah nggak ada maksud di hati menyinggung orang lain. Ya, cuekkin ajah. Sebenarnya sebuah tulisan, terwujud berdasarkan banyak pertimbangan, banyak masukan, dan ternyata kebetulan ada yang mengalami.

Nah, gimana kalau tulisan itu sudah dibuat 2-3 tahun yang silam (waktu itu tidak ada kejadian apa-apa) lantas  baru-baru ini ada kejadian (sesuai realita) sama persis dengan tulisan seseorang tersebut. Salahkah penulis tersebut? Ya, hembuh. Tulisan dibuat jauh sebelum suatu peristiwa terjadi.

Lantas penulisnya dicaci maki, pokoke disalahkan. Dengan hati yang lapang, sang penulis berdoa semoga orang yang mencacimakinya mendapatkan hidayah, mendapatkan pencerahan, agar tidak berburuk sangka. Lebih baik klarifikasi dahulu sebelum mencaci maki.

Ketika ada penulis menayangkan sebuah artikel, kemudian ada pembaca yang tidak dikenalnya sama sekali bilang kalau tulisan itu sama seperti yang dialaminya, penulis manalah tahu. Kenal saja tidak, apalagi kok tahu latar belakangnya. Berarti tulisan tersebut dan pengalaman seseorang tersebut kebetulan sama.

Tanggal 13 Januari seorang penulis menulis artikel lalu diposting. Tanggal 15 Januari (2 hari setelahnya) ada peristiwa terjadi hampir sama dengan artikel tersebut. Apakah sang penulis bermaksud tidak baik terhadap orang yang mengalami peristiwa yang sama dengan apa yang ditulis? Tentu saja tidak. Tulisannya kan tayang duluan daripada suatu kejadian.

#Kroscek

Karanganyar, 17 Januari 2018