Selasa, 09 Januari 2018

NAPAK TILAS KE PURWODADI

Akhir tahun 1998, saya mulai mengajar di SMA N I Blora. Kebetulan saya diajak bergabung di SMA N I Blora oleh kakak saya. Waktu itu saya sudah mengajar di MA Ali Maksum, Yogyakarta. Saya pamit pada Bapak Kepala Sekolah madrasah dan diizinkan. Akhirnya, saya mengajar di luar kota.

Awalnya, saya berangkat ke Blora bersama kakak saya. Setelah beberapa minggu di Blora, saya memberanikan diri untuk putar-putar di Blora dengan mengayuh sepeda. Ke sekolah, saya juga naik sepeda onthel. Jarak antara rumah dan sekolah tidak terlalu jauh.

Kalau waktunya harus pulang ke Yogyakarta, saya akan membereskan pekerjaan saya terlebih dahulu. Dari Blora ke Yogyakarta saya harus ganti bus 3 kali. Beberapa kali mudik, membuat saya hafal rute Blora-Yogyakarta.

Setelah menikah, rute yang saya tempuh berubah menjadi Blora – Karanganyar. Suami saya asli Karanganyar dan mengajar di Karanganyar berstatus PNS. Saya bertahan di Blora menghabiskan tahun ajaran. Setelah penerimaan rapor kenaikan kelas, saya pindah dan ikut suami di Karanganyar.

Delapan belas tahun di Karanganyar, baru sekali ke Blora naik bus. Waktu itu anak saya yang besar baru sekitar 2 tahun. Naik bus adalah momok bagi ibu yang memiliki anak kecil. Anak saya rewel di bus. Sebagai ibu, saya harus sabar.

Ketika menggunakan jasa angkutan bus, ada hal yang bisa menjadi kenangan, yaitu jalan Solo-Purwodadi yang sering rusak karena tanahnya labil. Armada yang kurang memenuhi standar sehingga mogok di hutan.

Saya, suami dan dhenok pernah ke Blora naik sepeda motor lewat Sragen-Bleduk Kuwu (Purwodadi) dan hutan di Blora. Alhamdulillah, perjalanan kami lancar dan tidak ada kendala sama sekali.

Kali ini, saya ke Purwodadi tepatnya di RS Umum bersama teman-teman menjenguk Ibu dari teman saya. Dari Karanganyar kami bertujuh. Kami naik kendaraan pribadi. Perjalanan dimulai, dari Karanganyar jam setengah 8 pagi sampai di Purwodadi jam setengah sebelas. Perjalanan kami lancar, jalan yang kami lewati mulus semua. Kami tidak mengalami kesulitan. Saya masih ingat, dari simpang 5 Purwodadi ke arah rumah sakit. Akhirnya kami bertemu teman saya dan keluarganya.

Setelah cukup silaturahmi kami, kami pulang. Perjalanan yang menyenangkan. Bagi saya bepergian dengan teman-teman akrab, membuat saya nyaman dan senang. Kami mampir ke warung makan. Warung makan yang cukup ramai. Menu yang disajikan bermacam-macam. Yang saya suka adalah sayur asem-asem khas Blora yaitu asem-asem daging sapi. Mantap sekali.

Warung Makan Mbak Yuli, terletak di jalan raya Solo-Purwodadi. Tempatnya bersih, luas, masakannya enak, harganya tidak menguras kantong dan pelayanannya prima. Setelah makan siang, kami shalat berjamaah. Selesai shalat, perjalanan pulang kami lanjutkan. Sampai Sumber Lawang hujan turun.

Sepanjang perjalanan sampai kota Karanganyar, kami ditemani hujan. Ada kesan mendalam dalam perjalanan ini. Pertama, jalanan yang tidak rusak memperlancar perjalanan. Kedua, kami tidak mengalami kesulitan menemukan RS yang kami tuju, ada google map yang membantu. Ketiga, makan siang yang tidak mengecewakan.

Suatu saat saya ingin ke Blora bersama keluarga. Semoga cita-cita saya kesampaian, amin.


Karanganyar, 9 Januari 2018