Selasa, 23 Januari 2018

TIPS BERWISATA MURAH MERIAH


 
noerimakaltsum.com
dok.pri


noerimakaltsum.com. Beberapa tahun terakhir ini teman-teman mempercayakan keuangan kepada saya untuk segala kegiatan keluar atau berwisata. Saya tidak keberatan dipercaya sebagai pemegang uang. Namun demikian, bukan berarti saya bebas menggunakan uang atau memaksa kepada teman-teman untuk menurut saya dalam penggunaan uang untuk segala bentuk pengeluaran.

Teman-teman mempercayakan keuangan kepada saya karena saya dinilai jujur dan bisa mempertanggungjawabkan atas semua yang ada kaitannya dengan keuangan. Oleh karena di pundak saya dititipi amanah, maka saya berjanji akan melaksanakan amanah tersebut dengan baik. Alhamdulillah semua berjalan dengan baik dan lancar.

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan agar berwisata “hanya” keluar uang sedikit dan tidak mengalami pemborosan. Tentunya berdiskusi terlebih dahulu adalah langkah yang bijak agar dapat berwisata  dengan nyaman dan sangat berkesan.

Ada beberapa tips berwisata murah meriah (khusus jarak dekat), di antaranya:
1.      Memperhitungkan biaya pengeluaran terlebih dahulu
Sebelum bepergian, kami survey tempat atau sekadar mencari informasi dari mbah google. Untuk biaya masuk ke obyek wisata (obwis) kami mencari informasi dari orang yang sudah pernah ke sana. Biaya untuk pembelian bahan bakar diperkirakan terlebih dahulu (dilebihkan). Untuk membeli minuman, camilan, makan siang, membayar tempat parkir dan lain-lain. Namanya juga perkiraan, jadi mungkin tidak dapat tepat. Setelah biaya-biaya pengeluaran dihitung, baru ditambah 20% untuk cadangan.

2.      Armada sendiri dan ada 2 sopir yang bisa bergantian mengendarai
Bepergian dengan armada sendiri dan dikemudikan sendiri, biayanya lebih irit. Kalau tidak punya kendaraan sendiri, menyewa armada adalah langkah yang baik. Dibandingkan bepergian dengan kendaraan umum, akan jauh lebih irit kalau menggunakan kendaraan sendiri (berlaku bepergian secara rombongan).
Untuk kendaraan, biaya yang dikeluarkan adalah untuk pembelian bahan bakar. Tidak ada pengeluaran untuk sopir.

3.      Membawa camilan dan minuman sendiri
Saya masih ingat, sekitar tahun 1985-1989 setiap mengikuti wisata yang diselenggarakan muda-mudi kampung, saya dan kakak saya selalu membawa camilan dan minuman sendiri. Minuman kemasan yang kami bawa adalah minuman bersoda dalam kaleng/teh kotak sejumlah tempat wisata yang dikunjungi. Untuk camilan, saya dan kakak membawa beberapa kemasan yang dimakan bareng-bareng dengan tetangga/teman-teman.

Setelah diberi amanah untuk membawa uang wisata, saya akan membeli minuman dalam botol (air putih, teh, isotonic, minuman soda dan lain-lain) dalam jumlah banyak, pernah juga membawa teh panas dimasukkan dalam drink jar. Tentu saja air mineral dalam gelas tidak pernah ketinggalan. Saya juga menyediakan camilan yang bisa saya beli di pasar (arem-arem, tahu bakso, lumpia/sosis, kue dan lain-lain). Tinggal memilih camilan yang kami suka, lalu membayar, beres. Saya tidak repot memasak.

Selain itu, saya juga perlu menyediakan kacang kulit oven. Kalau harus membeli di tempat wisata, tentu harganya mahal, bukan? Namanya juga emak irit, jadi semua perlu dihitung-hitung terlebih dahulu, hehe.

4.      Memilih Rumah Makan untuk makan siang di luar obyek wisata
Kami memilih makan siang di luar obyek wisata, misalnya di pinggir jalan. Mengapa demikian? Sebab, harga yang dipatok di obwis biasanya mahal. Kalau ada yang bilang, lebih irit lagi kalau membawa bekal sendiri. Belum tentu juga! Selera orang kan tidak sama. Jadi kalau makan di Rumah Makan, kami bisa bebas memilih sesuai selera. Makanannya juga masih hangat.

Namun kalau ada yang membawa bekal untuk dimakan beramai-ramai, kami tidak menolak. Pokoknya ada makanan, santap bareng. Biasanya kalau membawa bekal yang jumlah tidak seberapa, makanan kami santap di obwis.

5.      Membawa kamera
Siapkan kamera ketika akan pergi piknik. Zaman now, piknik kudu bawa kamera. Saya yakin, di manapun kita berada pasti akan “cekrek-cekrek”. Kamera yang dibawa bisa saja cukup kamera smartphone, kamera saku atau DLSR. Yang penting adalah saat pengambilan gambar, harus memperhatikan syarat-syarat untuk mendapatkan gambar yang baik. Seandainya ada yang menguasai dunia fotografi, silakan ambil gambar sebanyak-banyaknya. Jangan lupa bawa tripod.

Di tempat wisata, banyak orang yang menawarkan jasa pemotretan. Tarif pemotretan ini tidak murah. Kalau sekadar untuk memberikan penghasilan pada orang, silakan saja menggunakan jasa mereka. Perhitungkan dahulu dan buat perjanjian, agar pengeluaran tidak membengkak.

Untuk gambar yang kita ambil sendiri, kita bisa saling menukar gambar satu sama lain. Saya yakin, tiap orang pasti mengambil gambar.
Beberapa tips berwisata murah meriah ini semoga bermanfaat bagi pembaca. Oh ya, tulisan ini ditulis dengan mengerahkan energy yang tidak sedikit. Kenapa? Sebab saya sedang mengikuti tantangan dari IIDN berupa #SatuHariSatuKaryaIIDN. Semoga bisa konsisten menulis selama program berlangsung.

Karanganyar, 23 Januari 2018