Sabtu, 10 Februari 2018

ANAK-ANAK, TV DAN INTERNET

dok.pri


noerimakaltsum.com. Zaman saya kecil sampai remaja, hiburan yang menyenangkan adalah televisi. Lihat TV hanya pada waktu-waktu tertentu, itu saja di rumah tetangga. Mengapa saya mau melihat acara TV saja harus menumpang di rumah tetangga? Sebab di rumah kami tidak mempunyai TV.

Alhamdulillah, sekarang di rumah saya juga tidak ada TV. Masih banyak hiburan yang bisa dinikmati anak-anak. Si kecil, kalau pulang sekolah lalu membawa jaring saja sudah senang. Si kecil lalu berjalan di samping selokan sambil mengamati kalau-kalau ada ikan cethul yang bisa masuk dalam jaring. Tambah senang karena ikan-ikan masuk ke dalam jaringnya. Dia lantas berteriak,”Aku dapat ikan!” Bukan ikan besar lo Pak, Bu. Hanya ikan kecil-kecil.

Kalau mau nonton TV si kecil hanya membuka hp zadul milik ibunya dan dia puas meskipun harus susah payah karena sering layarnya bruwet. Oleh karena kondisinya seperti itu, maka si kecil waktunya sangat terbatas untuk melihat TV. Acara yang dilihat hanya sebatas Ipin Upin dan kartun mobil.

Kalau zaman dahulu, TV sering dijadikan kambing hitam kenakalan remaja, sekarang selain TV juga internet yang bisa mempengaruhi perilaku anak-anak. Untuk itulah, perlunya orang tua (orang dewasa) mendampingi anak-anak (remaja) ketika melihat TV dan membuka-buka internet. Sebagai orang tua, saya sangat peduli terhadap anak-anak. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari karena anak-anak terlanjur menjadi nakal.

Mari luangkan waktu untuk anak-anak. Mari kita mendampingi anak-anak melihat TV atau sekadar berada di dekatnya sambil mengerjakan pekerjaan. Semoga anak-anak kita berada dalam kondisi yang aman dan nyaman.

Karanganyar, 10 Februari 2018