Minggu, 11 Februari 2018

Traveling Paling Seru ke Candi Sukuh Bersama Saudara

dok.pri

noerimakaltsum.com. Hari Ahad, 16 April 2017 merupakan hari yang sangat mengejutkan bagi keluarga kecil saya. Sebelumnya, kakak saya yang hobinya gowes bilang pada saya kalau suatu saat ingin diantar ke Kemuning, Candi Sukuh dan Ndoro Dongker. Bagi saya kedatangan kakak, adik, Ibu adalah rezeki yang sangat besar sekali hikmahnya. Travel kali ini merupakan kejutan dari saudara.
 
dok.pri


Pagi itu, saya mendapat kejutan dari kakak saya yang lain yang berdomisili di Gunungkidul. Saya pikir kakak perempuan ini sedang berada di kampus. Dia kan kuliah lagi, melanjutkan S1 PGSD. (yah, kuliah sampai S2 Jurusan Bahasa Inggris tidak linier dengan jurusan D2 PGSD).

“Jangan bilang siapa-siapa kalau aku menuju rumahmu. O ya, aku bawakan pisang raja. Mau, nggak?”
“Okey.”

Saya berusaha menyimpan ini. Tapi saya kan juga memberi tahu suami dan anak perempuan. Hanya saja, suami dan anak saya mungkin tidak bisa berahasia.

dok.pri

Beberapa saat kemudian, rombongan dari Yogyakarta datang. Langsung ndlosor di tempat yang sudah saya siapkan, yaitu lesehan. Ada siomay dan dawet yang bisa digunakan untuk mengisi perut. Tidak lupa teh panas saya tuang ke dalam beberapa gelas.

dok.pri

Beberapa camilan saya hidangkan. Saya tidak suka basa-basi, apalagi dengan saudara sendiri. Sambil mereka berisitirahat, kami mengobrol santai.

“Ini ke Candi Sukuhnya sebentar lagi ya. Aku menunggu teman yang mau datang, nanti ndak kecelik.”
“Ndakpapa.”
 
dok.pri

Saya menulis chat ke kakak saya yang dari Gunungkidul.
“Sampai di mana? Aku nunggu kamu. Kami menunda berangkat ke Candi Sukuh”
“Ditinggal saja ndakpapa. Ini sudah sampai Sukoharjo.”

Akhirnya saya berterus terang pada saudara saya yang sudah berada di rumah saya. “Sebenarnya mbak Lichah ini sudah berada di Sukoharjo. Kalau nunggunya kelamaan, biarlah aku di rumah saja.”
“Ndak usah. Ditunggu saja, kita ramai-ramai dolan bareng. Kesempatan langka bisa ngumpul seperti ini.”
 
dok.pri


Sebentar kemudian mbak Lichah datang. Sedikit bincang-bincang, lalu kami melaksanakan shalat zuhur sebelum berangkat menuju Candi Sukuh dan sekitarnya.

Perjalanan dimulai. Si dhenok, Faiq, bertugas menuntun Ibu yang sudah sepuh. Sing sabar ya Nok. Itu Ibuku lo, awas kalau kakehan sambat…. Saya bertugas mengambil gambar alias motret-motret. Enggak seru kan kalau piknik kok nggak ada gambarnya. Maaf ya Nok, mami pinjam dulu kameranya.

Hari Minggu dan hari libur, biasanya Candi Sukuh ramai pengunjung. Kami tidak bisa leluasa untuk mengambil gambar dengan latar belakang candi karena banyak yang mengantri. Di sekitar Candi Sukuh, kami harus mematuhi aturan yang ada. Candi Sukuh adalah tempat beribadah bagi umat Hindu, jadi kami harus menghormati mereka berserta tempat ibadahnya.
 
dok.pri


Setelah keluar dari area candi, kami melanjutkan perjalanan ke Kemuning. Tempat yang dituju adalah Ndoro Dongker. Batin saya, ngapain kakak nomor dua kok ngajak ke tempat yang mahal sekali untuk sekadar minum teh? Ah, ternyata kakak saya hanya mau foto-foto saja. Akhirnya kami menuju kebun teh yang ada tulisannya KEMUNING. Nah, ini baru benar-benar berada di kebun teh.

00000

Sebelum pulang, kami mampir dahulu untuk makan sore. Suami saya mengajak kami makan di Gerdu Steak Resto Karangpandan. Resto ini milik teman SMA suami. Saya juga mengenal akrab dengan pemiliknya. Beliau adalah mbak Yayuk.

Selesai makan, kakak saya menyodorkan beberapa lembar uang ratusan ribu. Saya menolak karena suami berniat menjamu tamu. Sama halnya ketika akan masuk ke obyek wisata Candi Sukuh, suami menyuruh saya mengembalikan uang yang disodorkan kakak saya.

Kebetulan, pemilik resto ada dan ada teman SMA mereka yang sedang makan di resto itu. Akhirnya mereka berfoto-foto, saya diajak serta foto tapi saya tidak mau. ketika saya bilang ke suami, suami menjawab,”sudah dibayar lunas pemiliknya.”

Rezeki nomplok! Niat kami adalah menjamu tamu dengan sebaik mungkin. Alhamdulillah, ada orang sangat baik hati. Semoga diberi kelancaran ya, mbak.

Sampai di rumah, saudara-saudara saya menjalankan shalat maghrib dulu barulah mereka pulang. Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga ke Candi Sukuh bersama Ibu dan saudara-saudara saya beserta keluarga. Nah, piye mbak Anna, setelah tahu medannya, apakah tetap lanjut rencana gowes ke Candi Sukuh dari Karanganyar? Nanjak terus lo jalannya.
dok.pri

Selamat mencoba saja, gowes bersama teman-teman. (Sepertinya dirimu angkat tangan, terlalu tajam tanjakannya). Kalau tidak mampu, nggak usah dipaksakan lo.

Suatu saat saya ingin anak-anak Ibu, kami berenam dan keluarga bisa melakukan perjalanan wisata bersama. Tak perlu jauh-jauh tempatnya, yang penting 6 bersaudara pergi bareng.

Karanganyar, 11 Februari 2018