Kamis, 01 Februari 2018

ZAT ADITIF PADA MAKANAN, PERLUKAH?

noerimakaltsum.com
dok.pri

noerimakaltsum.com. Gudeg adalah makanan khas Yogyakarta. Selain rasanya yang mantap, warna gudeg juga benar-benar menggugah selera, cokelat kemerahan. Pesta ulang tahun anak zaman dahulu, lebih afdol bila dilengkapi dengan nasi kuning. Telur bebek terasa nikmat bila sudah berubah menjadi telur asin. Masih banyak lagi, makanan yang awalnya biasa saja berubah menjadi luar biasa.

Tiga contoh makanan tadi tidak serta-merta menjadi demikian dengan metode sim salabim. Tentu ada proses yang panjang untuk mendapatkan makanan dengan tampilan dan rasa yang berbeda. Kalau begitu, zat-zat apa saja yang membuat makanan tersebut menjadi istimewa? Perlukah, penambahan zat-zat tertentu pada makanan?

Untuk mendapatkan gudeg dengan warna cokelat kemerahan, pada proses memasak buah nangka muda, bagian alas dan dinding panci diberi daun jati. Nasi kuning bisa kita buat dengan cara memberikan kunyit saat memasak nasi. Sedangkan telur asin bisa kita dapatkan dengan cara memeram telur yang sudah dibungkus dengan adonan yang mengandung garam (adonan merupakan campuran tanah, garam, abu sekam).

Zat tambahan pada makanan disebut zat aditif. Sebenarnya, perlukah zat aditif/tambahan pada makanan (minuman)?

Makanan dan minuman yang kita konsumsi harus memiliki syarat aman dan menyehatkan. Untuk memperoleh makanan dan minuman yang aman maka zat aditif harus aman bila dikonsumsi. Zat aditif dibedakan menjadi zat aditif alami dan zat aditif sintetis. Zat aditif alami aman dikonsumsi dan tidak masalah bila kita tambahkan pada makanan. Zat aditif apa saja yang bisa kita tambahkan pada makanan dan minuman? Beberapa zat aditif yang aman dikonsumsi adalah:
1.    Pewarna alami
Bahan-bahan yang mengandung pewarna alami di antaranya adalah kunyit (warna kuning), daun pandan (warna hijau), daun suji (warna hijau), wortel (warna kuning kemerahan), daun jati (warna kemerahan), cabe merah (warna merah), gula jawa (warna kecokelatan), klorofil (warna hijau), caramel (warna cokelat)

2.    Pengawet alami
Bahan-bahan yang mengandung pengawet alami di antaranya adalah gula dan garam. Asam asetat atau cuka termasuk bahan pengawet buatan tapi masih aman dikonsumsi dengan batas kadar tertentu.

3.    Bahan penyedap rasa
Bahan-bahan yang mengandung penyedap rasa alami di antaranya adalah cabai, merica, ketumbar, lengkuas, bawang merah, bawang putih, kunyit, cengkeh, jinten, daun serai, daun salam, kemiri dan lain-lain.

4.    Bahan pemanis
Bahan-bahan yang mengandung pemanis alami, di antaranya adalah tebu, aren kelapa, siwalan, madu dan kayu manis..

Untuk menambah selera makan, menarik perhatian, maka zat aditif perlu ditambahkan pada makanan atau minuman kita. Untuk lebih amannya kita bisa menambahkan zat aditif alami pada makanan.

Semoga bermanfaat.


Karanganyar, 1 Februari 2018