Kamis, 08 Maret 2018

BUKAN JATUH CINTA BIASA



Santi menghampiri meja Fitri. Setengah berbisik Santi bilang,”aku mau curhat.” Fitri menghentikan pekerjaannya. Keningnya berkerut.

“Waktuku banyak. Kalau mau curhat, silakan.”
“Tapi bukan di sini tempatnya. Di lesehan tempat kita biasa makan bareng.”

Fitri mematikan laptopnya. Dia meraih tas dan rompinya lalu bergegas meninggalkan ruangan. Santi mengikutinya.  Kurang dari sepuluh menit, mereka sudah sampai di warung makan lesehan.

Sambil menunggu pesanan datang, Santi mulai membuka pembicaraan.
“Aku tidak bisa berbohong pada suara hatiku. Aku menyukainya, tepatnya jatuh cinta padanya.”
“Wajar, kamu sebagai perempuan dewasa merasakan jatuh cinta. Menurutku baik dan perlu dirayakan.”
“Masalahnya aku jatuh cinta pada orang yang keliru.”
“Kenapa?”Tanya Fitri
“Witing tresna jalaran saka kulina,”kata Santi.
“Bagus. Artinya kamu sudah mengenalnya lebih dekat.”

Makanan yang dipesan telah datang. Kedua perempuan itu menghentikan pembicaraan dan fokus menyantap makan siang. Fitri melihat wajah Santi berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Ah, wajar. Namanya juga orang sedang jatuh cinta. (BERSAMBUNG)

00000